JUAL ALAT BIOPORI DI SOLO, JOGJA & JAKARTA

 KAMI JUAL ALAT PELUBANG RESAPAN BIOPORI
 melayani daerah : SOLO / SURAKARTA, JOGJA, JAKARTA, BOGOR, BANDUNG, JABOTABEK / JABODETABEK, DAN MELIPUTI : Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, DAN SELURUH INDONESIA
Alat biopori berfungsi untuk membuat lupang resapan air, yang di sebut biopori
dan adapun fungsi dari biopori dapat klik di sini
KAMI MENJUAL / JUAL / TOKO / PEMBUAT ALAT BIOPORI
UD. AURELIA SANJAYA
hub : Ayub Pujiyanto
Email :
- mandorayub@gmail.com
- ud.aurelia.sanjaya@gmail.com
Hp : 08568547525 / 081226501760 / 087835200877
Flexy : 0271 2600084
Alamat : Celep Rt.22, Celep, Kedawung, Sragen, Jawa Tengah 57292, Indonesia
web : http://mandorayub.blogspot.com





Mandor, Tukang, Pemborong, Bangunan, Proyek, KONTRAKTOR, PELAKSANA, PROFESIONAL MUDA, DI, SURAKARTA, SOLO, SRAGEN, KARANGANYAR, BOYOLALI, SALATIGA, YOGYAKARTA, JOGYA, Klaten, SEMARANG, KAMI BERGERAK DALAM PEGADAAN BARANG dan JASA : PAGAR PANEL BETON, GYPSUM, RANGKA ATAP BAJA RINGAN, PAVING, WATERPROOFING, WALLPAPER DINDING, Urug Tanah. JASA : TUKANG, MANDOR, PEMBORONG, BANGUNAN, PROYEK, PROFESIONAL., AHLI, KERJASAMA YANG BAIK DAN TANGUNG JAWAB = Hasil yang Terbaik

Lima Juta Lubang Biopori di Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan membuat lima juta lubang resapan biopori di Jakarta terwujud dalam waktu setahun hingga akhir 2009 ini. Saat ini, lubang biopori di Jakarta sebanyak 438 ribu buah. Gubernur Fauzi Bowo bahkan mengeluarkan Instruksi Gubernur untuk percepatan pembuatan biopori.
Hal itu disampaikan oleh Fitratun Nisa dari Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jakarta, saat berbincang di acara Green Talk Green Radio.
GR (Green Radio): Bagaimana angka lima juta itu keluar?
FN (Fitratun Nisa): Target lima juta biopori itu merupakan target dari ibu Tatiek Fauzi Bowo. Beliau mencanangkannya di Hari Keluarga Nasional. Desember tahun lalu, Fauzi Bowo menargetkan sekitar satu juta lubang biopori.
GR: Metode apa yang dilakukan agar mencapai target itu?
FN: Salah satunya dengan melakukan koordinasi dengan ibu-ibu PKK dan kader Posyandu, sebagai pelaksana di lapangan. Saat ini, Jumlah posyandu di Jakarta sekitar 4069. Jika ada lima kader aktif di setiap posyandu, dan setiap satu kader membuat 10 lubang biopori, maka jumlah lubang biopori cepat mendekati target.
GR: Daerah mana yang akan digelar?
FN: Pengerjaannya bisa diterapkan di semua jenis tanah di seluruh wilayah DKI. Sehingga tidak ada pengecualian bagi masyarakat. Karena pembuatan lubang biopori itu mudah, murah, efisien dan efektif.
GR: Seperti apa kesulitan yang akan dijumpai?
FN: Secara prinsip, tidak ada kesulitan. Masyarakat cukup antusias membuat lubang biopori. Hal ini terlihat dari banyaknya permintaan masyarakat untuk disosialisasikan lubang biopori di wilayah mereka. Mungkin kesulitannya dari ketersediaan alat bor.
GR: Solusinya?
FN: Sebenarnya, harga alat bor relatif murah, sekitar Rp 200 ribu. Satu alat bor bisa digunakan bergantian membuat lubang biopori. Nah, saat ini BPLHD mendistribusikan alat bor tersebut di setiap kelurahan, namun belum seluruhnya mendapatkan alat tersebut.
GR: Apa efek yang diharapkan bila mencapai target?
FN: Efeknya cukup banyak, terlebih masyarakat telah merasakan manfaatnya. Seperti, berkurangnya genangan air di wilayah atau rumah mereka. Meminimalisir sampah organik yang terbuang atau keluar dari rumah, ketiga, jangka panjangnya adalah meresapnya air ke tanah sebagai cadangan air tanah.
Efek lainnya mungkin hilangnya berbagai penyebab penyakit, akibat berkurangnya genangan. Efek luasnya turut berpartisipasi dan antisipasi pada pemanasan global

BIOPORI adalah, Penjelasan Tentang Biopori

Pengertian Biopori



Biopori adalah lubang-lubang kecil atau pori-pori  di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas organisme di dalamnya, seperti cacing, , perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah laiinya. Pori-pori yang ada dapat menigkatkan kemampuan tanah menahan air dengan cara menyirkulasikan air dan oksigen ke dalam tanah.  Jadi, semakin banyak biopori di dalam tanah, semakin sehat tanah tersebut. Gambar di samping menunjukkan gambar biopori dilihat dari mikroskop.
Di daerah yang masih alami, mekanisme pembentukan biopori terjadi dengan sendirinya.  Dengan adanya perubahan struktur di atas dan di dalam tanah akibat pembangunan/ pengolahan tanah yang dilakukan manusia seperti pertanian, deforestasi dan perumahan, mekanisme alamiah pembentukan biopori menjadi tidak berjalan.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Kamir R. Brata, seorang peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), mengembangkan sebuah cara untuk mendorong terbentuknya biopori melalui Lubang Resapan Biopori (LRB).

 
KEUNGGULAN DAN MANFAAT BIOPORI



Lubang resapan biopori adalah teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara (1) meningkatkan daya resapan air, (2) mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan), dan (3) memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman, dan mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah dan malaria.

a. Meningkatkan daya resapan air 
Kehadiran lubang resapan biopori secara langsung akan menambah bidang resapan air, setidaknya sebesar luas kolom/dinding lubang. Sebagai contoh bila lubang dibuat dengan diameter 10 cm dan dalam 100 cm maka luas bidang resapan akan bertambah sebanyak 3140 cm 2 atau hampir 1/3 m 2. Dengan kata lain suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diamater 10 cm, yang semula mempunyai bidang resapan 78.5 cm 2 setelah dibuat lubang resapan biopori dengan kedalaman 100 cm, luas bidang resapannya menjadi 3218 cm 2.


Lubang dibuat di tanah kemudian diisi dengan sampah organik atau sampah yang biodegradable. Sampah yang ada di dalam lubang akan menjadi makanan organisme-organisme tanah. Hal ini akan meningkatkan aktivitas organisme-organisme tanah di sekitar lubang resapan biopori sehingga menambah jumlah bipori di sekitarnya. Dengan mengubah struktur tanah menjadi lebih berpori, kemampuan tanah meresap air menjadi menigkat dan mencegah terjadinya banjir & kekeringan.
Dengan demikian kombinasi antara luas bidang resapan dengan kehadiran biopori secara bersama-sama akan meningkatkan kemampuan dalam meresapkan air. 

b. Mengubah sampah organik menjadi kompos 
Lubang resapan biopori “diaktifkan” dengan memberikan sampah organik kedalamnya. Sampah ini akan dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang telah didekompoisi ini dikenal sebagai kompos.. Dengan melalui proses seperti itu maka lubang resapan biopori selain berfungsi sebagai bidang peresap air juga sekaligus berfungsi sebagai “pabrik” pembuat kompos. Kompos dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada berbagai jenis tanaman, seperti tanaman hias, sayuran, dan jenis tanaman lainnya. Bagi mereka yang senang dengan budidaya tanaman/sayuran organik maka kompos dari LRB adalah alternatif yang dapat digunakan sebagai pupuk sayurannya.
BIla lubang yang dibuat berdiameter 10 cm dengen kedalaman 100 cm, maka setiap lubang dapat menampung 7.8 liter sampah organik. Jumlah tersebut stara dengan rata-rata jumlah sampah organik selama 2-3 hari dari satu rumah. Dalam selang waktu 56 – 84 hari, sampah di dalam lubang biopori  sudah terdekomposisi menjadi kompos  sehingga volumenya telah menyusut. Dengan demikian lubang-lubang ini sudah dapat diisi kembali dengan sampah organik baru dan begitu seterusnya.
Pengolahan sampah organik dengan pembuatan kompos mengurangi terbentuknya gas metan yang merupakan salah satu gas rumah kaca. Gas metan terbentuk saat sampah organik dibuang secara ditimbun/landfill. Jadi secara tidak langsung pembuatan lubang biopori dapat mengurangi efek rumah kaca. 

c. Memanfaatkan fauna tanah dan atau akar tanaman 
Seperti disebutkan di atas, lubang resapan biopori diaktikan oleh organisme tanah, khususnya fauna tanah dan perakaran tanaman. Aktivitas merekalah yang selanjutnya akan menciptakan rongga-rongga atau liang-liang di dalam tanah yang akan dijadikan “saluran” air untuk meresap ke dalam tubuh tanah. Dengan memanfaatkan aktivitas mereka maka rongga-rongga atau liang-liang tersebut akan senantiasa terpelihara dan terjaga keberadaannya sehingga kemampuan peresapannya akan tetap terjaga tanpa campur tangan langsung dari manusia untuk pemeliharaannya. Hal ini tentunya akan sangat menghemat tenaga dan biaya. Kewajiban faktor manusia dalam hal ini adalah memberikan pakan kepada mereka berupa sampah organik pada periode tertentu. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan menjadi humus dan tubuh biota dalam tanah, tidak cepat diemisikan ke atmosfir sebagai gas rumah kaca; berarti mengurangi pemanasan global dan memelihara biodiversitas dalam tanah.

PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI (LRB) 
Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 – 30 cm dan kedalaman sekitar 100 cm, atau dalam kasus tanah dengan permukaan air tanah dangkal, tidak sampai melebihi kedalaman muka air tanah.
Lokasi pembuatan lubang resapan biopori antara lain:
  1. Di dasar saluaran pembuangan/selokan air hujan


    Pembuatan biopori pada selokan pengalir air hujan mengurangi volume air yang dialirkan sehingga mencegah air meluap ke luar selokan.
  2. Di sekeliling batang pohon Lubang resapan biopori yang dibuat di sekeliling pohon dapat menjadi sumber air untuk pohon tersebut. Bulu-bulu akar dari pohon akan tumbuh ke arah LRB
  3.  Di batas taman

Langkah-langkah pembuatan LRB yaitu:

  1. Membuat lubang silindris ke dalam tanah dengan diameter10 cm, kedalaman 100 cm atau tidak melampauikedalaman air tanah. Jarak pembuatan lubang resapanbiopori antara 50 – 100 cm


    Pembuatan lubang dapat dibuat dengan memakai alat bantu yang disebut bor biopori
  2.  Memperkuat mulut atau pangkal lubang dengan menggunakan:

    1) paralon dengan diameter 10 cm, panjang minimal 10cm; atau
    2) adukan semen selebar 2 – 3 cm, setebal 2 cm disekeliling mulut lubang.

  3. Mengisi lubang LRB dengan sampah organik yang berasaldari dedaunan, pangkasan rumput dari halaman atau sampah dapur; dan
  4. Menutup lubang resapan biopori dengan saringan kawat/lainnya.
Setelah LRB dibuat, secara berkala lubang harus dirawat dan dipelihara dengan cara:
  1. Mengisi sampah organik kedalam lubang resapan biopori;
  2. Memasukkan sampah organik secara berkala pada saat terjadi penurunan volume sampah organik pada lubang resapan biopori; dan/atau
  3. mengambil sampah organik yang ada dalam lubang resapan biopori setelah menjadi kompos diperkirakan 2 – 3 bulan telah terjadi proses pelapukan
Jumlah lubang yang perlu dibuat dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:
Jumlah LRB = intensitas hujan(mm/jam) x luas bidang kedap (m2) / Laju Peresapan Air per Lubang (liter/jam)
Sebagai contoh, untuk daerah dengan intensitas hujan 50 mm/jam (hujan lebat), dengan laju peresapan air perlubang 3 liter/menit (180 liter/jam) pada 100 m2 bidang kedap perlu dibuat sebanyak (50 x 100) / 180 = 28 lubang. 

sumber:
- peraturan men LH no 12 2009 ttg pemanfaatan air hujan,
-  http://zainalarif.wordpress.com/

BIOPORI tidak hanya untuk Gorontalo tapi juga di JAKARTA


BIOPORI untuk Gorontalo

Kota Gorontalo merupakan kota langganan Banjir. meski telah dibuatnya KANAL solusi Banjir Gorontalo, tapi tetap saja banjir menimpa kota gorontalo karena sistem Drainase dari KANAL tersebut kurang baik. Dan menurut saya pemerintah daerah juga lamban mengatasi Banjir kota Gorontalo. Banjir Gorontalo makin lama makin parah, buktinya seperti pada jalan yang biasanya tidak pernah kena banjir sekarang kena juga.
Menurut saya Solusi yang baik dan murah untuk mengatasi atau mengurangi banjir di kota Gorontalo yaitu dengan adanya sumur resapan atau Biopori. Sumur resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Ir. Kamir R Brata, M.Sc, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor.

Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori.

Biopori dapat dibuat di halaman depan, halaman belakang atau taman dari rumah. Lubang biopori sendiri umumnya dibuat dengan lebar kira-kira 30 cm, jarak antar lubang sekitar 50 cm-100 cm.

manfaat yang bisa didapat dari lubang biopori antara lain :

1. Mencegah banjir
2. Tempat pembuangan sampah organik
3. Menyuburkan tanaman
4. Meningkatkan kualitas air tanah

Bio pori juga mempunyai keunggulan antara lain :

* Mengatasi sempitnya lahan terbuka untuk daerah resapan, Lubang resapan biopori juga dapat dibuat pada permukaan tanah dengan kondisi tanah bersemen. Idealnya suatu bangunan memiliki luas daerah resapan sebanyak 20-40 % namun dikarenakan sempitnya lahan, hal ini tidak memungkinkan. Lubang biopori bisa mengatasi masalah ini, dengan membuat lubang biopori maka permukaan luas daerah resapan yang tadinya hanya sebesar 78 cm² (luas lingkaran dengan diameter 10 cm), bisa menjadi 3218 cm² atau 41 kali luas daerah resapan tanpa dibuat konstruksi lubang biopori.
*Berkurangnya masalah yang di timbulkan sampah organik, Lubang resapan biopori diaktifkan dengan memasukan sampah organik yang berfungsi sebagai sumber makanan bagi fauna tanah dan akar tanaman. Seperti yang kita ketahui sampah terdiri dari dua jenis yaitu sampah anorganik dan sampah organik, persentase rata-rata sampah organik adalah ± 80%. Dengan demikian keberadaan lubang biopori dapat mengurangi masalah yang diakibatkan oleh sampah organik. Hasil akhir dari sampah organik akan menghasilkan kompos yang dapat diambil pada perioda tertentu.

* Mengurangi banjir, dengan kehadiran lubang biopori secara otomatis sebagian debit air hujan akan masuk ketanah, sehingga akan bisa mengurangi debit air hujan yang turun ke jalan/ selokan. Oleh karena itu penempatan lubang biopori harus dirancang pada posisi aliran air hujan, sehingga sebagian air hujan akan masuk ke dalam tanah.

Cara Pembuatan Lubang Biopori Resapan Air :
1. Membuat lubang silindris di tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 30-100 cm serta jarak antar lubang 50-100 cm.
2. Mulut lubang dapat dikuatkan dengan semen setebal 2 cm dan lebar 2-3 centimeter serta diberikan pengaman agar tidak ada
anak kecil atau orang yang terperosok.
3. Lubang diisi dengan sampah organik seperti daun, sampah dapur, ranting pohon, sampah makanan dapur non kimia, dsb. Sampah dalam lubang akan menyusut sehingga perlu diisi kembali dan di akhir musim kemarau dapat dikuras sebagai pupuk kompos alami.
4. Jumlah lubang biopori yang ada sebaiknya dihitung berdasarkan besar kecil hujan, laju resapan air dan wilayah yang tidak meresap air dengan rumus = intensitas hujan (mm/jam) x luas bidang kedap air (meter persegi) / laju resapan air
perlubang (liter / jam).

jadi buat apa membuat kanal dengan status mega proyek dengan biaya miliaran rupain, tapi masih saja banjir? 
sumber : http://www.biopori.com/news_atasibanjir.php