Saturday, January 26, 2013

Harga Bahan Bangunan Terbaru 2013

Harga Bahan Bangunan Terbaru 2013
Ingin membangun rumah, tapi bingung di mana harus membeli bahan bangunan ? Ah, itu sih dulu, tapi sekarang Anda tidak perlu bingung, karena sekarang setiap lokasi sudah banyak berdiri toko bahan bangunan. Bahkan akhir-akhir ini sudah banyak toko bangunan online, sehingga Anda bisa mengecek harga bahan bangunan terbaru dan memesannya melalui internet. Jadi mudah, bukan?
Kesan bahwa toko bahan material bangunan itu kurang nyaman, juga telah beralih dengan konsep baru. Karena saat ini juga sudah menjamur depo bangunan atau supermarket bahan bangunan yang menawarkan kenyamanan layaknya Anda datang ke sepermarket-supermarket kebutuhan sehari-hari yang selama ini ada. Melalui swalayan bahan bangunan ini, Anda akan lebih leluasa memilih produk-produk bahan bangunan dari berbagai macam merk sesuai dengan harga yang Anda inginkan.
Harga Bahan Bangunan Terbaru 150x150 Harga Bahan Bangunan TerbaruNamanya juga supermarket, pastinya segala kebutuhan yang Anda perlukan juga akan tersedia. Sehingga Anda tidak perlu, mengunjungi satu persatu toko seperti dulu lagi. Barang apa saja yang biasa dijual di supermarket ini? Banyak, ada keramik, granit, kaca, kran air, wastafel, sanitary, shower, bathtub, water heater (pemanas air), kloset duduk, cat, pintu, kunci pintu, kitchen sink, pompa air, wiremesh, pipa pvc, alat-alat listrik, seng gelombang, besi, pertukangan, perabotan rumah tangga / furniture, pasir, semen, genteng metal, dan bahan-bahan bangunan lainnya.
Berhubung jumlah bahan-bahan bangunan itu banyak, sehingga tidak memungkinkan untuk memberikan semua informasi harganya untuk Anda. Untuk itu, di sini kita akan memberikan  daftar harga bahan bangunan terutama yang pokok-pokok sebagai referensi Anda.
Kategori
Nama Bahan Bangunan
Harga Baru (Rp)
Alat ukurWaterpass 60cm
25.000

Meteran ONI 5 meter
15.000
PakuPaku Tembak Etona F 25 (box)
35.000

Paku Payung / Seng 7cm (kg)
25.000

Paku Payung / Seng 10cm 1kg
30.000

Paku 7cm (kg)
14.000

Paku 5cm (kg)
14.000

Paku 4cm (kg)
15.000

Paku 3cm (kg)
16.000

Paku 2cm (kg)
18.000

Paku 2,5cm (kg)
17.000

Paku 10cm (kg)
14.000
Cat TembokMetrolite Cat Tembok 3 liter
72.000

Metrolite Cat Tembok 1kg
20.000

Dulux WeatherShield Pro Exterior
210.000

Dulux Pentalite (standar colour)
135.000

Dulux Pearl Glo 2.5 liter
180.000

Dulux Catylac Cat Tembok 5kg
86.500

Dulux Catylac Cat Tembok 25kg
420.000

Cat Tembok Mowilex 2.5lt warna
120.000

Cat Tembok Mowilex 1lt warna
59.000

Cat Tembok Metrolite (pail) 16lt
350.000

Cat Tembok Cola Tex 5kg
42.000

Cat Tembok Cola Tex 25kg
190.000

Cat Tembok Cola Tex 1kg
15.000

Cat Tembok Avitex 5kg
70.000
Cat Kayu & Cat BesiGloTex Cat Kayu & Besi 0.9lt
39.000

GloTex Cat Kayu & Besi 0.15lt
12.000

Avian High Gloss Enamel 100cc
8.000

Avian High Gloss Enamel 0.9lt
39.000
KayuKayu Kaso 5×7 (m3)
2.500.000

Kayu Kaso 5×7 (batang)
45.000

Kayu Kaso 4×6 (batang)
35.000
Pipa / PVCPipa Wavin 3″ D
63.000

Pipa Wavin 1/2″ AW
16.000

Pipa Wavin 1″ AW
27.000

Pipa Wavin 1 1/4″ D
27.000

Pipa Wavin 1 1/4″ AW
40.000
BesiBesi Hollow 20x40mm
17.000

Besi Hollow 40x40mm
22.000

Besi 6 mm (batang)
20.000

Besi 8 mm (batang)
33.000

Besi 10 mm (batang)
50.000

Besi 12 mm (batang)
70.000
KeramikKeramik Lantai Mulia KW I 30x30cm white
32.000
PasirPasir Mundu (m3)
240.000
BatuBatu Bata Merah (satuan)
430

Batako (satuan)
1.700
Batu SplitSplit (m3)
230.000
SemenSemen Tiga Roda (50kg)
57.000
Price list / daftar harga bahan bangunan tersebut bersumber dari salah satu toko bangunan online yang beralamat di anekamaju.com. Tentunya, harga di setiap toko berbeda satu dengan yang lain, karena supplier dan distributor juga berbeda. Untuk lebih jelasnya, silahkan mengunjungi toko material untuk mendapatkan katalog bahan bangunan.
HARGA, BAHAN, BANGUNAN, SUPPLIER, GROSIR, PUSAT, TOKO, PASIR, BATA MERAH, BATU BELAH, SPLIT/KRICAK, URUG TANAH, BESI BETON, SEMEN 2013

Thursday, January 24, 2013

JUAL ALAT BIOPORI DI SOLO, JOGJA & JAKARTA

 KAMI JUAL ALAT PELUBANG RESAPAN BIOPORI
 melayani daerah : SOLO / SURAKARTA, JOGJA, JAKARTA, BOGOR, BANDUNG, JABOTABEK / JABODETABEK, DAN MELIPUTI : Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, DAN SELURUH INDONESIA
Alat biopori berfungsi untuk membuat lupang resapan air, yang di sebut biopori
dan adapun fungsi dari biopori dapat klik di sini
KAMI MENJUAL / JUAL / TOKO / PEMBUAT ALAT BIOPORI
UD. AURELIA SANJAYA
hub : Ayub Pujiyanto
Email :
- mandorayub@gmail.com
- ud.aurelia.sanjaya@gmail.com
Hp : 08568547525 / 081226501760 / 087835200877
Flexy : 0271 2600084
Alamat : Celep Rt.22, Celep, Kedawung, Sragen, Jawa Tengah 57292, Indonesia
web : http://mandorayub.blogspot.com





Mandor, Tukang, Pemborong, Bangunan, Proyek, KONTRAKTOR, PELAKSANA, PROFESIONAL MUDA, DI, SURAKARTA, SOLO, SRAGEN, KARANGANYAR, BOYOLALI, SALATIGA, YOGYAKARTA, JOGYA, Klaten, SEMARANG, KAMI BERGERAK DALAM PEGADAAN BARANG dan JASA : PAGAR PANEL BETON, GYPSUM, RANGKA ATAP BAJA RINGAN, PAVING, WATERPROOFING, WALLPAPER DINDING, Urug Tanah. JASA : TUKANG, MANDOR, PEMBORONG, BANGUNAN, PROYEK, PROFESIONAL., AHLI, KERJASAMA YANG BAIK DAN TANGUNG JAWAB = Hasil yang Terbaik

Lima Juta Lubang Biopori di Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan membuat lima juta lubang resapan biopori di Jakarta terwujud dalam waktu setahun hingga akhir 2009 ini. Saat ini, lubang biopori di Jakarta sebanyak 438 ribu buah. Gubernur Fauzi Bowo bahkan mengeluarkan Instruksi Gubernur untuk percepatan pembuatan biopori.
Hal itu disampaikan oleh Fitratun Nisa dari Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jakarta, saat berbincang di acara Green Talk Green Radio.
GR (Green Radio): Bagaimana angka lima juta itu keluar?
FN (Fitratun Nisa): Target lima juta biopori itu merupakan target dari ibu Tatiek Fauzi Bowo. Beliau mencanangkannya di Hari Keluarga Nasional. Desember tahun lalu, Fauzi Bowo menargetkan sekitar satu juta lubang biopori.
GR: Metode apa yang dilakukan agar mencapai target itu?
FN: Salah satunya dengan melakukan koordinasi dengan ibu-ibu PKK dan kader Posyandu, sebagai pelaksana di lapangan. Saat ini, Jumlah posyandu di Jakarta sekitar 4069. Jika ada lima kader aktif di setiap posyandu, dan setiap satu kader membuat 10 lubang biopori, maka jumlah lubang biopori cepat mendekati target.
GR: Daerah mana yang akan digelar?
FN: Pengerjaannya bisa diterapkan di semua jenis tanah di seluruh wilayah DKI. Sehingga tidak ada pengecualian bagi masyarakat. Karena pembuatan lubang biopori itu mudah, murah, efisien dan efektif.
GR: Seperti apa kesulitan yang akan dijumpai?
FN: Secara prinsip, tidak ada kesulitan. Masyarakat cukup antusias membuat lubang biopori. Hal ini terlihat dari banyaknya permintaan masyarakat untuk disosialisasikan lubang biopori di wilayah mereka. Mungkin kesulitannya dari ketersediaan alat bor.
GR: Solusinya?
FN: Sebenarnya, harga alat bor relatif murah, sekitar Rp 200 ribu. Satu alat bor bisa digunakan bergantian membuat lubang biopori. Nah, saat ini BPLHD mendistribusikan alat bor tersebut di setiap kelurahan, namun belum seluruhnya mendapatkan alat tersebut.
GR: Apa efek yang diharapkan bila mencapai target?
FN: Efeknya cukup banyak, terlebih masyarakat telah merasakan manfaatnya. Seperti, berkurangnya genangan air di wilayah atau rumah mereka. Meminimalisir sampah organik yang terbuang atau keluar dari rumah, ketiga, jangka panjangnya adalah meresapnya air ke tanah sebagai cadangan air tanah.
Efek lainnya mungkin hilangnya berbagai penyebab penyakit, akibat berkurangnya genangan. Efek luasnya turut berpartisipasi dan antisipasi pada pemanasan global

BIOPORI adalah, Penjelasan Tentang Biopori

Pengertian Biopori



Biopori adalah lubang-lubang kecil atau pori-pori  di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas organisme di dalamnya, seperti cacing, , perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah laiinya. Pori-pori yang ada dapat menigkatkan kemampuan tanah menahan air dengan cara menyirkulasikan air dan oksigen ke dalam tanah.  Jadi, semakin banyak biopori di dalam tanah, semakin sehat tanah tersebut. Gambar di samping menunjukkan gambar biopori dilihat dari mikroskop.
Di daerah yang masih alami, mekanisme pembentukan biopori terjadi dengan sendirinya.  Dengan adanya perubahan struktur di atas dan di dalam tanah akibat pembangunan/ pengolahan tanah yang dilakukan manusia seperti pertanian, deforestasi dan perumahan, mekanisme alamiah pembentukan biopori menjadi tidak berjalan.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Kamir R. Brata, seorang peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), mengembangkan sebuah cara untuk mendorong terbentuknya biopori melalui Lubang Resapan Biopori (LRB).

 
KEUNGGULAN DAN MANFAAT BIOPORI



Lubang resapan biopori adalah teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara (1) meningkatkan daya resapan air, (2) mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan), dan (3) memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman, dan mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah dan malaria.

a. Meningkatkan daya resapan air 
Kehadiran lubang resapan biopori secara langsung akan menambah bidang resapan air, setidaknya sebesar luas kolom/dinding lubang. Sebagai contoh bila lubang dibuat dengan diameter 10 cm dan dalam 100 cm maka luas bidang resapan akan bertambah sebanyak 3140 cm 2 atau hampir 1/3 m 2. Dengan kata lain suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diamater 10 cm, yang semula mempunyai bidang resapan 78.5 cm 2 setelah dibuat lubang resapan biopori dengan kedalaman 100 cm, luas bidang resapannya menjadi 3218 cm 2.


Lubang dibuat di tanah kemudian diisi dengan sampah organik atau sampah yang biodegradable. Sampah yang ada di dalam lubang akan menjadi makanan organisme-organisme tanah. Hal ini akan meningkatkan aktivitas organisme-organisme tanah di sekitar lubang resapan biopori sehingga menambah jumlah bipori di sekitarnya. Dengan mengubah struktur tanah menjadi lebih berpori, kemampuan tanah meresap air menjadi menigkat dan mencegah terjadinya banjir & kekeringan.
Dengan demikian kombinasi antara luas bidang resapan dengan kehadiran biopori secara bersama-sama akan meningkatkan kemampuan dalam meresapkan air. 

b. Mengubah sampah organik menjadi kompos 
Lubang resapan biopori “diaktifkan” dengan memberikan sampah organik kedalamnya. Sampah ini akan dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang telah didekompoisi ini dikenal sebagai kompos.. Dengan melalui proses seperti itu maka lubang resapan biopori selain berfungsi sebagai bidang peresap air juga sekaligus berfungsi sebagai “pabrik” pembuat kompos. Kompos dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada berbagai jenis tanaman, seperti tanaman hias, sayuran, dan jenis tanaman lainnya. Bagi mereka yang senang dengan budidaya tanaman/sayuran organik maka kompos dari LRB adalah alternatif yang dapat digunakan sebagai pupuk sayurannya.
BIla lubang yang dibuat berdiameter 10 cm dengen kedalaman 100 cm, maka setiap lubang dapat menampung 7.8 liter sampah organik. Jumlah tersebut stara dengan rata-rata jumlah sampah organik selama 2-3 hari dari satu rumah. Dalam selang waktu 56 – 84 hari, sampah di dalam lubang biopori  sudah terdekomposisi menjadi kompos  sehingga volumenya telah menyusut. Dengan demikian lubang-lubang ini sudah dapat diisi kembali dengan sampah organik baru dan begitu seterusnya.
Pengolahan sampah organik dengan pembuatan kompos mengurangi terbentuknya gas metan yang merupakan salah satu gas rumah kaca. Gas metan terbentuk saat sampah organik dibuang secara ditimbun/landfill. Jadi secara tidak langsung pembuatan lubang biopori dapat mengurangi efek rumah kaca. 

c. Memanfaatkan fauna tanah dan atau akar tanaman 
Seperti disebutkan di atas, lubang resapan biopori diaktikan oleh organisme tanah, khususnya fauna tanah dan perakaran tanaman. Aktivitas merekalah yang selanjutnya akan menciptakan rongga-rongga atau liang-liang di dalam tanah yang akan dijadikan “saluran” air untuk meresap ke dalam tubuh tanah. Dengan memanfaatkan aktivitas mereka maka rongga-rongga atau liang-liang tersebut akan senantiasa terpelihara dan terjaga keberadaannya sehingga kemampuan peresapannya akan tetap terjaga tanpa campur tangan langsung dari manusia untuk pemeliharaannya. Hal ini tentunya akan sangat menghemat tenaga dan biaya. Kewajiban faktor manusia dalam hal ini adalah memberikan pakan kepada mereka berupa sampah organik pada periode tertentu. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan menjadi humus dan tubuh biota dalam tanah, tidak cepat diemisikan ke atmosfir sebagai gas rumah kaca; berarti mengurangi pemanasan global dan memelihara biodiversitas dalam tanah.

PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI (LRB) 
Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 – 30 cm dan kedalaman sekitar 100 cm, atau dalam kasus tanah dengan permukaan air tanah dangkal, tidak sampai melebihi kedalaman muka air tanah.
Lokasi pembuatan lubang resapan biopori antara lain:
  1. Di dasar saluaran pembuangan/selokan air hujan


    Pembuatan biopori pada selokan pengalir air hujan mengurangi volume air yang dialirkan sehingga mencegah air meluap ke luar selokan.
  2. Di sekeliling batang pohon Lubang resapan biopori yang dibuat di sekeliling pohon dapat menjadi sumber air untuk pohon tersebut. Bulu-bulu akar dari pohon akan tumbuh ke arah LRB
  3.  Di batas taman

Langkah-langkah pembuatan LRB yaitu:

  1. Membuat lubang silindris ke dalam tanah dengan diameter10 cm, kedalaman 100 cm atau tidak melampauikedalaman air tanah. Jarak pembuatan lubang resapanbiopori antara 50 – 100 cm


    Pembuatan lubang dapat dibuat dengan memakai alat bantu yang disebut bor biopori
  2.  Memperkuat mulut atau pangkal lubang dengan menggunakan:

    1) paralon dengan diameter 10 cm, panjang minimal 10cm; atau
    2) adukan semen selebar 2 – 3 cm, setebal 2 cm disekeliling mulut lubang.

  3. Mengisi lubang LRB dengan sampah organik yang berasaldari dedaunan, pangkasan rumput dari halaman atau sampah dapur; dan
  4. Menutup lubang resapan biopori dengan saringan kawat/lainnya.
Setelah LRB dibuat, secara berkala lubang harus dirawat dan dipelihara dengan cara:
  1. Mengisi sampah organik kedalam lubang resapan biopori;
  2. Memasukkan sampah organik secara berkala pada saat terjadi penurunan volume sampah organik pada lubang resapan biopori; dan/atau
  3. mengambil sampah organik yang ada dalam lubang resapan biopori setelah menjadi kompos diperkirakan 2 – 3 bulan telah terjadi proses pelapukan
Jumlah lubang yang perlu dibuat dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:
Jumlah LRB = intensitas hujan(mm/jam) x luas bidang kedap (m2) / Laju Peresapan Air per Lubang (liter/jam)
Sebagai contoh, untuk daerah dengan intensitas hujan 50 mm/jam (hujan lebat), dengan laju peresapan air perlubang 3 liter/menit (180 liter/jam) pada 100 m2 bidang kedap perlu dibuat sebanyak (50 x 100) / 180 = 28 lubang. 

sumber:
- peraturan men LH no 12 2009 ttg pemanfaatan air hujan,
http://zainalarif.wordpress.com/

Wednesday, January 23, 2013

BIOPORI tidak hanya untuk Gorontalo tapi juga di JAKARTA


BIOPORI untuk Gorontalo

Kota Gorontalo merupakan kota langganan Banjir. meski telah dibuatnya KANAL solusi Banjir Gorontalo, tapi tetap saja banjir menimpa kota gorontalo karena sistem Drainase dari KANAL tersebut kurang baik. Dan menurut saya pemerintah daerah juga lamban mengatasi Banjir kota Gorontalo. Banjir Gorontalo makin lama makin parah, buktinya seperti pada jalan yang biasanya tidak pernah kena banjir sekarang kena juga.
Menurut saya Solusi yang baik dan murah untuk mengatasi atau mengurangi banjir di kota Gorontalo yaitu dengan adanya sumur resapan atau Biopori. Sumur resapan biopori adalah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Metode ini dicetuskan oleh Ir. Kamir R Brata, M.Sc, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor.

Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori.

Biopori dapat dibuat di halaman depan, halaman belakang atau taman dari rumah. Lubang biopori sendiri umumnya dibuat dengan lebar kira-kira 30 cm, jarak antar lubang sekitar 50 cm-100 cm.

manfaat yang bisa didapat dari lubang biopori antara lain :

1. Mencegah banjir
2. Tempat pembuangan sampah organik
3. Menyuburkan tanaman
4. Meningkatkan kualitas air tanah

Bio pori juga mempunyai keunggulan antara lain :

* Mengatasi sempitnya lahan terbuka untuk daerah resapan, Lubang resapan biopori juga dapat dibuat pada permukaan tanah dengan kondisi tanah bersemen. Idealnya suatu bangunan memiliki luas daerah resapan sebanyak 20-40 % namun dikarenakan sempitnya lahan, hal ini tidak memungkinkan. Lubang biopori bisa mengatasi masalah ini, dengan membuat lubang biopori maka permukaan luas daerah resapan yang tadinya hanya sebesar 78 cm² (luas lingkaran dengan diameter 10 cm), bisa menjadi 3218 cm² atau 41 kali luas daerah resapan tanpa dibuat konstruksi lubang biopori.
*Berkurangnya masalah yang di timbulkan sampah organik, Lubang resapan biopori diaktifkan dengan memasukan sampah organik yang berfungsi sebagai sumber makanan bagi fauna tanah dan akar tanaman. Seperti yang kita ketahui sampah terdiri dari dua jenis yaitu sampah anorganik dan sampah organik, persentase rata-rata sampah organik adalah ± 80%. Dengan demikian keberadaan lubang biopori dapat mengurangi masalah yang diakibatkan oleh sampah organik. Hasil akhir dari sampah organik akan menghasilkan kompos yang dapat diambil pada perioda tertentu.

* Mengurangi banjir, dengan kehadiran lubang biopori secara otomatis sebagian debit air hujan akan masuk ketanah, sehingga akan bisa mengurangi debit air hujan yang turun ke jalan/ selokan. Oleh karena itu penempatan lubang biopori harus dirancang pada posisi aliran air hujan, sehingga sebagian air hujan akan masuk ke dalam tanah.

Cara Pembuatan Lubang Biopori Resapan Air :
1. Membuat lubang silindris di tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 30-100 cm serta jarak antar lubang 50-100 cm.
2. Mulut lubang dapat dikuatkan dengan semen setebal 2 cm dan lebar 2-3 centimeter serta diberikan pengaman agar tidak ada
anak kecil atau orang yang terperosok.
3. Lubang diisi dengan sampah organik seperti daun, sampah dapur, ranting pohon, sampah makanan dapur non kimia, dsb. Sampah dalam lubang akan menyusut sehingga perlu diisi kembali dan di akhir musim kemarau dapat dikuras sebagai pupuk kompos alami.
4. Jumlah lubang biopori yang ada sebaiknya dihitung berdasarkan besar kecil hujan, laju resapan air dan wilayah yang tidak meresap air dengan rumus = intensitas hujan (mm/jam) x luas bidang kedap air (meter persegi) / laju resapan air
perlubang (liter / jam).

jadi buat apa membuat kanal dengan status mega proyek dengan biaya miliaran rupain, tapi masih saja banjir? 
sumber : http://www.biopori.com/news_atasibanjir.php

ATASI BANJIR DENGAN TEKNOLOGI LUBANG RESAPAN BIOPORI

ATASI BANJIR DENGAN TEKNOLOGI LUBANG RESAPAN BIOPORI
Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air yang mengalir, kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering dan kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal (QS Az-Zumar:21).
Ayat Al-Quran itulah yang menjadi dasar Peneliti Institut Pertanian Bogor yang juga staf Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian IPB Ir. Kamir R. Brata, Msc mengembangkan penemuan ilmiahnya tentang Lubang Serapan Biopori untuk mencegah banjir. Ia juga memanfaatkan sampah organik, untuk menghidupkan mahkluk kecil dalam tanah yang berguna sebagai penghasil sumber air baru.
Teknologi ini diawali dengan pembuatan lubang sedalam 120 centimeter atau disesuaikan dengan jenis tanah, dengan diameter sekitar 10 centimeter. Langkah selanjutnya adalah memasukan sampah lapuk dua sampai tiga kilogram tergantung jenisnya ke dalam lubang tersebut, lalu tutup dengan kawat jaring agar orang yang menginjaknya tidak terperosok.
Teknologi ini menurut Kamir, bisa diterapkan diselokan yang seluruhnya tertutup semen ataupun dihalaman rumah. Air hujan yang masuk dengan mudah ketanah dan terserap ke dalam lubang yang bisa dibuat lebih dari satu itu. Bagaimana perjalanan Kamir R. Brata sampai menemukan teknologi Lubang Serapan Biopori ini? Berikut bincang-bincan eramuslim di tempat kediamannya di Bogor.
Sebenarnya apa yang mengilhami anda menemukan teknologi baru seperti ini?
Saya terinspirasi bahwa segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini tidak mubazir. Air penting bagi kehidupan jangan dibuang, sampah juga penting jangan dibuang. Sudah jelas masalahnya, karena itu saya menggunakannya dalam penelitian ini. Semua orang dapat memanfaatkannya tanpa alasan, dengan segera, agar tidak terlalu banyak kemubaziran dan kita dapat merasakan manfaatnya.
Yang banyak terjadi sekarang para ahli dan orang selalu digoda setan, dan menggampangkan permasalahan yang bisa berdampak besar. Misalnya biar saja buang sedikit sampah ataupun air dari atas pegunungan. Sedikit mula-mula memang tidak membahayakan. Tetapi kalau semua melakukannya pasti akan terjadi musibah.
Saya selaku orang Muslim, menyadari bahwa pelaksanaan ibadah yang dilakukan harus disertai dengan ketaatan kita dalam menjalankan perintahNya. Hal itu dapat terlihat kalau kita tidak mentaati apa yang menjadi perintah Tuhan, Dia akan menurunkan berbagai cobaan dan musibah. Karena itu, sebagai seorang ahli yang mengetahui sistem ekologi tanah, di mana antara ekosistem antara makhluk hidup yang berada di dalam tanah dan makhluk yang tak hidupnya saling ketergantungan, maka kita perlu mengupayakan agar ekosistem tanah tetap utuh dan tidak rusak demi kelangsungan kedua jenis makhluk yang ada didalamnya.
Sampah yang kita buang, lama kelamaan semakin banyak dan akan menjadi beban bagi lingkungan, dan juga beban bagi manusia, karena tempat tinggalnya harus dipakai untuk membuang sampah. Banyak juga yang berinisiatif membuangnya kesungai ataupun saluran air, itupun akan menimbulkan dampak baru yakni meluapnya air sungai.
Karena itu saya berupaya mencari sebuah teknologi dan sebagai orang yang beragama pun saya terpanggil untuk melakukan perubahan. Kita memang sudah mengenal yang namanya sumur resapan air, tapi proses itu masih belum bisa mencegah kemubaziran, karena tanahnya, hasil galian yang tidak sedikit itu harus dibuang ke tempat lain. Selain itu air yang meresap tidak terlalu banyak, sangat sulit memeliharanya.
Atas pemikiran itu serta dengan alasan saya mengetahui makhluk Tuhan yang ada di dalam tanah perlu dibantu untuk terus mendapatkan makanan dari bahan organik, maka saya mencoba membuat Lubang Serapan Biopori ini.
Sebenarnya apa yang menjadi keunggulan teknologi ini?
Air merupakan bagian dari makhluk hidup ada yang menyerap 50 persen dalam badannya, ada yang 80 persen, tanpa air makhluk hidup akan mati. Selain membutuhkan air, makhluk hidup membutuhkan oksigen dan juga makanan. Yang bisa menghidupi itu adalah mereka yang bisa memanfaatkan sinar matahari untuk berfotosintesis yakni tumbuhan dan tanaman, mereka membutuhkan makanan dan energi yang diserap melalui akar yang ada ditanah. Proses ini terjadi dengan sempurna apabila kandungan air dalam tanah cukup dan tidak berlebihan.
Jika air tanah masih utuh maka kerja makhluk di bawah tanah ini akan mengganti air yang hilang karena penguapan diambil oleh tanaman dan manusia, dan perlahan-lahan muncul sumber air baru yang akn dialirkan ke sungai, untuk danau dan situ-situ, serta dapat mendorong air asin tidak masuk kedarataan. Itu akan terjadi jika air cukup diserap oleh tanah. Sebagian orang menganggap itu kerja dari hutan, lantaran mereka melas mengurusnya lagi maka sedikit demi sedikit hutan diubah menjadi kebun yang jelas fungsinya berbeda. Ini yang lama kelamaan diselewengkan.
Saya mencoba berpikir bahwa lubang-lubang kecil bisa dibuat oleh siapapun, katakanlah hutan yang tidak ada penghuninya saja mempunyai lubang-lubang kecil atau Biopori. Kenapa disebut Biopori, sebab lubang yang dibuat itu diisi dengan bahan organik, mulanya cacing, dan di situ tidak ada pencemaran, karena bahan organik semuanya akan larut dan hilang, dan di dalam lubang itu terdapat celah-celah cabang.
Dengan teknologi ini, kita membuat tempat untuk makhluk hidup untuk penyerapan air, dengan memanfaatkan apa yang harus kita buang. Namun yang tidak semua jenis sampah yang bisa ditampung, khusus sampah organik saja. Oleh karena itu yang paling dibutuhkan dalam penerapan teknologi ini adalah kesadaram untuk tidak membuang sampah karena sampah itu adalah sumber daya, apapun jenis sampahnya. Sampah yang tidak lapuk bisa dimanfaatkan oleh pemulung menjadi bahan industri.
Karena itu ubahlah kebiasaan kita, agar selalu memisahkan sampah organik dan non organik. Serta jangan selalu membuang sampah di tempat penampungan, selain menimbulkan bau, sarang lalat, dan tikus, juga dapat merusak lingkungan. Apalagi jika diendapkan di tempat pembuangan akhir sampah, itu akan lama lapuknya dan dapat menghasilkan zat metana yang apabila tidak disalurkan bisa meledak seperti yang terjadi di TPA Luwi Gajah.
Teknologi ini bisa diterapkan di mana saja?
Karena sejak awal saya memikirkan bahwa ini sangat mudah untuk diterapkan, maka tidak ada alasan bagi orang yang membuang sampah dan menggunakan air untuk tidak melakukannya. Artinya setiap orang yang menghasilkan sampah dan menggunkan air maka semua wajib memproses sampahnya sendiri, jangan dibuang ke tempat lain, demikian juga dengan air. Mau lahannya sudah ditutup oleh bangunan ataupun jalan, apalagi yang masih terbuka harus melakukan cara ini. Kenapa ini diwajibkan, jangankan yang tertutup dengan bidang kedap yang dibuat manusia, lahan pertanian dan perkebunan yang masih kosong saja teknologinya membuat kelebihan air untuk dibuang.
Dengan teknologi ini semua orang dapat memanfaatkan air yang sangat dibutuhkan oleh kehidupan di mana saja. Karena curah hujan ini tidak hanya jatuh dikawasan situ saja, sehingga yang paling gampang agar tidak membebani lingkungan, semua orang harus membuat peresapan itu dengan baik. Setelah saya terangkan dengan mudah, diharapkan ini bisa diterapkan oleh semua orang.
Apakah ini bisa meminimalisir banjir seperti yang terjadi di kota Jakarta?
Air menjadi penyebab banjir kalau drainase tidak bisa menampung air saat itu. Jika hujan jatuh secara merata bukan di sungai, di daratan kita resapkan dan meresapnya juga perlahan-lahan, itu akan menjadi sumber air baru. Kalau tidak diresapkan darimana pun air berasal, hutan, kebun maupun pemukiman kalau dibiarkan akan membebankan sungai. Apalagi kalau ditambah dengan sampah yang dibuang sembarangan. Ini akan menjadi sumbatan bagi sungai dan menimbulkan pencemaan baru bagi sumber air. Jika teknologi ini diterapkan maka banjir yang lima tahunan terjadi pasti tidak seberat sekarang ini. Saya menganggap banjir yang terjadi ini disebakan rencana umum tata ruang yang belum dilakukan dengan baik.
Penemuan anda ini sepertinya harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat, apakah ada upaya dari IPB bekerjasama dengan pihak lain untuk membangkitka kesadaran masyarakat itu?
Setelah ada media yang mulai mengangkat hasil penelitian ini, saya merasa mempunyai tanggung jawab moral, setelah mengetahui ada teknologi yang mudah, dan kira-kira semua orang bisa menerapkannya. Saya mewacanakan ini. Dan untuk merubah kebiasaan masyarakat, harus ada perubahan persepsi, bahwa sampah itu jangan dibuang. Memang tidak mudah, karena pasti mereka berfikiran sampah akan mencemarkan pemukiman kita.
Apakah penemuan teknologi lubang serapan Biopori ini sudah anda sosialisasikan kepada pemerintah dan apa tanggapan dari pemerintah?
Saya sudah tawarkan pada Departemen Pertanian, tapi belum ada tanggapan. Karena itu saya mencoba sosialisasikan melalui anda (media), meskipun tidak secara langsung, namun paling tidak ini dapat menjadi pilihan bagi masyarakat. Saya akui ini memang agak sulit untuk disebarkan langsung, karena aparat dibawahnya masih mengikuti petunjuk teknis dari departemen terkait. Tetapi jika departemen mengetahui ada pilihan yang lebih aman, bisa melakukannya.
Apa kelemahan hasil penemuan anda ini, misalnya saja sampah organik ini busuk dan menjadi bau?
Saya sedang menanti-nanti apa yang menjadi kelemahannya. Menurut saya, kalau bahan organik itu berada pada lubang yang kecil bisa masuk cacing, proses itu akan diuraikan, tidak mungkin menjadi kotor dan bau. Tetapi kalau lubang besar, busuk, karena terlalu banyak, sampah sulit diuraikan. Karena itu sampah harus disebarkan, jangan hanya berada disatu tempat. Hasilnya itu juga bisa dijadikan kompos.
Berapa biaya yang dikeluarkan untuk lubang serapan Biopori ini?
Kalau untuk membuat lubangnya, kita hanya memerlukan bor tanah. Paling mudah karena dapat dilakukan secara manual dengan bor tanah dengan harga 200-300 ribu dan itu bisa dipakai oleh puluhan orang dalam waktu yang lama. Dapat dipakai untuk membuat lubang tambahan. Jika dibandingkan dengan sumur serapan, biayanya akan lebih mahal. Dengan lubang kecil ini air akan menyerap lebih cepat, karena air yang masuk sedikit dan menyebar. Untuk penerapan teknologi ini biayanya tidak terlalu besar, tetapi efektivitasnya lebih besar. (noffel)
 
Sumber:
http://www.eramuslim.com/berita/bc2/7215160952-ir.-kamir-r.-brata-msc- atasi-banjir-dengan-teknologi-lubang-serapan-biopori.htm

Biopori, Alternatif Kegiatan Goes Green



Biopori, Alternatif Kegiatan Goes Green

Akhir-akhir ini, hampir di setiap kegiatan “Goes Green” atau semacam kegiatan peduli lingkungan, menyertakan kegiatan pembuatan Biopori, atau lengkapnya Lubang Resapan Biopori. Konon, banyak manfaat lingkungan yang bisa didapatkan dari lubang resapan ini.
Apa itu Biopori dan Lubang Resapan Biopori (LRB)? Biopori itu sendiri adalah pori-pori berbentuk lubang (terowongan kecil) yang dibuat oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman. Sementara Lubang Resapan Biopori adalah lubang yang dibuat oleh manusia secara vertikal ke dalam tanah dengan tujuan memanfaatkan aktivitas fauna tanah dan akar tanaman untuk membuat kompos bermutu dan mencegah banjir. Di dalam LRB tersebut akan dimasukkan sampah organik yang memicu terbentuknya Biopori. Pembuatan LRB ini biasanya dilakukan di dekat lubang saluran air, sekeliling pohon, dan lokasi hijau atau batas tanaman.


Lubang Biopori (tampak luar)
Bagaimana membuat Lubang Resapan Biopori? Cara pembuatan LRB sangatlah mudah, apalagi ada alat yang khusus dirancang untuk membuat lubang resapan biopori, seperti di bawah ini:

Ujung Alat Biopori
Cara pembuatan lubang resapan biopori adalah sebagai berikut:
  1. Buat lubang silindris secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 cm dan kedalaman kurang lebih 100 cm.
  2. Mulut lubang dapat diperkokoh dengan semen setebal 2 cm di sekitar mulut lubang atau dapat menggunakan pipa paralon berdiameter 10 cm (sesuai diameter lubang). sebaiknya diberi penutup juga agar sampah-sampah non organik tidak masuk ke lubang dan tentunya mencegah orang terperosok ke dalam lubang. (ninja)
    Pipa Penutup Lubang Resapan Biopori
  3. Jarak antara lubang yang satu dengan lubang yang lain kurang lebih 2-4 meter.
  4. Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, dedaunan, atau pangkasan rumput.
  5. Kompos yang terbentuk dari LRB ini (biasanya dalam waktu sebulan-dua bulan) dapat diambil dan diisi kembali dengan sampah organik yang baru, bersamaan dengan pemeliharaan lubang resapan tersebut.
Apa Manfaat Pembuatan Lubang Resapan Biopori? Manfaat dari pembuatan LRB ini adalah:
  1. Meningkatkan daya resapan air.
  2. Mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
  3. Memanfaatkan aktivitas fauna tanah dan akar tanaman.
  4. Mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah dan malaria.
  5. Mempercepat peresapan air hujan kedalam tanah sehingga dapat mengurangi banjir.
Menurut situs resmi Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, wilayah Jabodetabek idealnya membutuhkan kurang lebih 76 Juta Lubang Resapan Biopori (bigeyes) sebagai upaya pencegahan banjir dan untuk menyimpan air pada musim kemarau. Sementara, jumlah LRB yang baru ada sekarang ini sebanyak 335.590 lubang. Memang masih sangat jauh dari target ideal. Namun, jika kita ikut menyumbangkan LRB untuk kota kita tercinta, bukan tidak mungkin target 76 Juta LRB itu tercapai. (evil_grin)
Salah Satu Kegiatan Penanaman Lubang Biopori di Bilangan Rasuna Said, Jakarta

SUMBER : http://deblogger.org/2010/02/28/biopori-alternatif-kegiatan-goes-green/
referensi: http://www.biopori.com

DKI SIAP TERAPKAN TEKNOLOGI BIOPORI

BIOPORI  : DKI SIAP TERAPKAN TEKNOLOGI BIOPORI DKI SIAP TERAPKAN TEKNOLOGI BIOPORI


Konsep biopori merupakan salah satu model prinsip sumur resapan sebagai syarat IMB
DEPOK -- Setelah Pemkot Bogor, giliran Pemprov DKI Jakarta menyatakan kesiapannya untuk menerapkan teknologi biopori guna meningkatkan daya serap air ke dalam tanah di ibukota. "Saya akan imbau warga agar membuat lubang-lubang biopori di rumah mereka," ujar Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, usai mensimulasikan pembuatan lubang biopori di kawasan hutan kota kampus Universitas Indonesia, Depok, Ahad (22/4).
Menurut Bang Yos -- sapaan akrab gubernur -- teknologi lubang serapan biopori yang diperkenalkan pakar lingkungan Kamil R Brata, dosen Fakultas Pertanian IPB, sangat cocok untuk wilayah Jakarta. "Terutama di kawasan padat pemukiman."
Selain mudah dan murah, lanjut Bang Yos, teknologi biopori sangat aplikatif dan lebih sederhana daripada sumur serapan yang selama ini dianjurkan untuk penduduk Ibu Kota. Walaupun demikian, Bang Yos mengaku, hal yang paling penting dari semua upaya meningkatkan daya serap air hujan ke tanah yaitu kesadaran masyarakatnya.
Menindaklanjuti imbauan Sutiyoso, kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, Budirama Natakusumah, menegaskan, instansinya akan segera menyusun langkah-langkah sosialisasi penerapan lubang biopori di Jakarta. "Seperti kata Pak Gubernur, lubang biopori memang cocok untuk kawasan padat penduduk. Kita akan segera sosialisasikan imbauan ini," kata Budirama.
Menurut Budirama, lubang biopori merupakan salah satu model prinsip sumur resapan yang menjadi syarat penerbitan izin mendirikan bangunan (IMB) di Jakarta. Sesuai Pergub 68/2005 dan Pergub 112/2005 tentang Lingkungan Hidup dan IMB, salah satu syarat penerbitan IMB untuk setiap bangunan di Jakarta adalah adanya sumur resapan yang dibuat menyatu dengan bangunan tersebut. "Nah, Pergub ini bisa kita jadikan dasar hukum penerapan biopori di Jakarta."
Sampai triwulan 2007, Budirama melanjutkan, tingkat ketaatan warga membuat sumur resapan relatif belum baik. Dari minimal satu juta sumur resapan yang dibutuhkan Jakarta, kini baru ada 29 ribu sumur resapan. "Jadi memang sosialisasi sumur resapan ini harus kita tingkatkan terus, agar masyarakat semakin sadar manfaatnya," tutur Budirama.
Sehari sebelumnya, Sabtu (21/4), dalam rangka memperingati Hari Bumi dan Hari Jadi ke-525 Bogor, Wali Kota Bogor, Diani Budiarto, mencanangkan pembuatan 5.250 lubang resapan biopori di 21 kelurahan pada enam kecamatan yang ada. Secara simbolik pembuatan lubang biopori ini dilakukan di Lapangan Sempur, Bogor Tengah.
Pencanangan tersebut diikuti sekitar 4.000 peserta terdiri dari 1.500 mahasiswa IPB, 1.500 pelajar SMA dan SMK Kota Bogor, 500 pegawai Pemkot Bogor, serta 500 anggota Pramuka Kwartir Cabang Kota Bogor. "Sebanyak 4.000 orang inilah yang nantinya bertugas membuat lubang biopori di Kota Bogor," ungkap Indra M Rusli, ketua Panitia Pelaksana kegiatan tersebut.
Indra yang juga Asisten Sosial Ekonomi (Sosek) Pemkot Bogor, menerangkan, penetapan angka 5.250 lubang biopori didasarkan dikaitkan dengan hari jadi ke-525 Bogor. "Tetapi karena pelaksanaan ini juga berkaitan dengan Hari Bumi, kita menargetkan membuat 22.407 lubang."
Wali Kota Bogor, Diani Budiarto, berharap, pembuatan lubang resapan biopori mampu menjaga ketersediaan air sebagai sumber kehidupan yang saat ini telah mendekati kritis.
Berdasarkan hasil kajian global tentang krisis air yang disampaikan pada World Water Forum II pada tahun 2000, kata Diani, disebutkan banyak negara yang akan mengalami krisis air. "Salah satunya adalah Indonesia, Nah lubang biopori ini saya harap bisa menghindarkan Indonesia dari krisis air."
Kamir R Brata, penemu teknologi biopori, menjelaskan, lubang resapan biopori dibuat berukuran diameter 10 cm dengan kedalaman 80 cm sampai satu meter."Selain untuk menyerap air, lubang ini bisa juga untuk menampung sampah organik yang akan terurai dengan alami."
Fakta Angka
25 Ribu
Jumlah sumur resapan di Jakarta dari target 1 juta sumur resapan.
 
Sumber: http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=290476&kat_id=286

LUBANG RESAPAN BIOPORI (LBR)

BIOPORI
LUBANG RESAPAN BIOPORI (LBR)
Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 cm dan kedalaman sekitar 100 cm, atau dalam kasus tanah dengan permukaan air tanah dangkal, tidak sampai melebihi kedalaman muka air tanah (Gambar 1.) Lubang diisi dengan sampah organik untuk memicu terbentuknya biopori. Biopori adalah pori-pori berbentuk lubang (terowongan kecil) yang dibuat oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman (Gambar 2). Gambar 3 menunjukkan penampang dari lubang resapan biopori.
 
Gambar 1. Lubang Resapa Biopori
 
Gambar 2 . Foto Mikroskop Elektron dari Lubang Cacing dan Akar pada Matriks Tanah (dalam lingkaran kuning)
 
Gambar 3. Sketsa Penampang Lubang Resapan Biopori
SUMBER : http://www.biopori.com/resapan_biopori.php

Cor Dak Beton VS Hebel VS Dak Keraton Vs Baliton CLC

ANALISA, ESTIMASI, BIAYA, HARGA,UPAH
Cor Dak Beton Konvensional VS Hebel VS Dak Keraton Vs Baliton CLC

ESTIMASI BIAYA COR DAK KONVENSIONAL
Biaya cor dak konvensional tebal 12cm. Agustus 2012 (faktor kenaikan harga material & upah). Dak konvensional untuk lantai 2 ketebalan 12 cm dibutuhkan per m3 nya sebagai berikut: - besi lapis bawah 10mm (15x15) = 20 btg x 80.000 = 1.600.000
- besi lapis atas 8mm (15x15) = 20 btg x 55.000 = 1.100.000
- pasir = 0.7m3 x 250.000 = 175.000
- kerikil = 1 m3 x 250.000 = 250.000
- semen = 8,75 sak x 63.000 = 551.250
- bekisting triplek 9mm + kaso 4/6 + bambu = 1.750.000
- upah tenaga kerja = 1.000.000

Total cor dak konvensional per m3 = +/- 6.426.000
Jadi biaya cor dak konvensional per m2 = 6.426.000 dibagi 8m2 = Rp. 803.000 perm2 dak tebal 12 cm. Sumber
Jadi harga saat ini 2013 bisa berkisar Rp 850.000,- per m2


HEBEL Panel Lantai

Panel Lantai & Atap HEBEL

Super Panel Lantai Hebel yang masif dan bertulang merupakan produk pengganti plat lantai beton yang praktis, cepat, dan efisien dan berfungsi sebagai lantai. Tanpa proses pengecoran yang memungkinkan adanya aktifitas di ruang bawah sewaktu pekerjaan berlangsung, keramik pun juga dapat langsung dipasang diatasnya. Super Panel Lantai Hebel telah diuji dan disimpulkan dapat berfungsi sebagai lantai diafragma yang dapat mendistribusikan beban gempa.
panel-lantai-atap 
Panjang (L) (mm)6,000
Tinggi (T) (mm)600
Tebal (t) (mm)125; 150; 175; 200
Berat jenis kering (ρ)(kg/m3)660
Berat jenis normal (ρ)(kg/m3)780
Kuat tekan (Ã’)(N/kg2)6,2
Konduktivitas Termis (λ)(W/mK)0,2
Kode panelL(mm)t(mm)Berat(kg)Beban imposed*(kg/m2)Jumlah per m3(buah)
PF.150.A1.47012586,003559,07
PF.175.A1.720125100,623557,75
PF.200.A1.970125115,253556,77
PF.225.A2.220125129,873556,01
PF.250.A2.470125144,503555,40
PF.275.A2.720125159,123554,90
PF.300.A2.970125173,753554,49
PF.325.A3.220125188,373554,14
PF.300.B2.970150208,493553,74
PF.325.B3.220150226,043553,45
PF.350.B3.470150243,593553,20
PF.375.B3.720150261,143552,99
*Beban hidup + beban material ‘finishing
PASANG SUPER PANEL LANTAI HEBEL + BERIKUT PEMASANGAN 335.000/M2


DAK KERATON
Dak keraton adalah salah satu metoda untuk meningkat lantai rumah dengan mengadopsi teknologi Eropa, dengan metoda ini proses pembangunan menjadi lebih ekonomis, lebih aman, efisien tanpa bekisting,tanpa mengurangi kekuatan untuk menahan beban yang berada diatasnya. Metoda pemasangan dak keraton mendapat penghargaan sebagai metoda yang lebih ekonomis, efisien, kuat dan lebih aman. Kami ahli dalam pemasangan dak lantai keraton, kami mempunyai tukang, teknisi serta insinyur berpengalaman sehingga pemasangan dak keraton betul betul sesuai teori dan praktek lapangan. Jika anda ingin aman maka serahkan kepada ahlinya untuk pemasangan dak keraton. Semua tukang teknisi juga bisa memasang metoda dak keraton, namun jika bukan ahlinya maka mempunyai resiko berkurang kekuatan dan keamanannya. Berikut ini adalah dokumentasi pemasangan dak keraton yang menggambarkan dari awal, setengah jadi, sampai final. Setelah di plester siap dipasang ubin keramik

Bata KERATON terbuat dari tanah liat bakar, tetapi metarial plat lantai ini tidak kalah dengan pelat lantai konvensional
Makin sempitnya lahan pemukiman diperkotaan dan tingginya harga tanah mendorong pertumbuhan bangunan bertingkat secara vertikal keatas

Namun dengan semakin mahalnya harga material dan upah tukang menyebabkan biaya “nge-dak” pun
menjadi semakin tinggi. Hal ini mendorong memunculkan teknologi dan material baru yang lebih efisien dan ekonomis.

Kini  selain cara konvesional (cor beton dan kayu) telah ditemukan material baru sebagai alternatif  untuk membuat pelat lantai (NGEDAK) yaitu DAK BETON  KERATON ( KERAMIK KOMPOSIT BETON)


PERBANDINGAN BIAYA


 

Baliton CLC

BIAYA/HARGA COR DAK PAKAI BALITON CLC
Harga saat ini Januari 2013 per m2,  diantar ke lokasi proyek + pemasangan + finishing berkisar Rp 550.000,-
Finishingnya jelas lebih cepat. 50 m2 sekitar 5 hari selesai. Harga masih bisa ditawar.
Keunggulan Baliton clc, spesifikasi produk Baliton CLC