Showing posts with label jenis. Show all posts
Showing posts with label jenis. Show all posts

JENIS ATAP DAN FUNGSINYA

 ATAP MERUPAKAN POKOK DARI SEBUAH BANGUNAN
 DAN ADAPUN ATAP PUNYA FUNGSI NYA, DAN LEBIH LAGI MENYESUAIKAN BIAYANYA
Mengenal Bentuk Atap :
Atap metal saat ini telah hadir dalam bebagai bentuk yang menarik, tidak lagi konvesional seperti yang kita bayangkan dahulu, dan juga dengan campuran material yang beragam. Atap metal belakangan berkembang cepat karena mendukung Green Architecture karena merupakan salah satu bahan yang dapat di daur ulang. Tidak lagi berisik karena banyak atap metal yang dilengkapi dengan pemecah air, yaitu berupa texture tak beraturan (Texture pasir).

Atap merupakan elemen yang penting dalam bangunan, Fungsinya tak hanya sebagai pelindung bangunan dan penghuni di dalamnya, dari cuaca atau suhu. Namun juga Atap berfungsi sebagai pembentuk Indentitas tampilan rumah itu sendiri.

Mandor, Tukang, Pemborong, Bangunan, Proyek, KONTRAKTOR, PELAKSANA, PROFESIONAL MUDA, DI, SURAKARTA, SOLO, SRAGEN, KARANGANYAR, BOYOLALI, SALATIGA, YOGYAKARTA, JOGYA, Klaten, SEMARANG, KAMI BERGERAK DALAM PEGADAAN BARANG dan JASA : PAGAR PANEL BETON, GYPSUM, RANGKA ATAP BAJA RINGAN, PAVING, WATERPROOFING, WALLPAPER DINDING, Urug Tanah. JASA : TUKANG, MANDOR, PEMBORONG, BANGUNAN, PROYEK, PROFESIONAL., AHLI, KERJASAMA YANG BAIK DAN TANGUNG JAWAB = Hasil yang Terbaik

Jenis -jenis Semen

Jenis -jenis Semen

Sesuai dengan kebutuhan pemakai, maka para pengusaha industri semen berusaha untuk memenuhinya dengan berbagai penelitian, sehingga ditemukan berbagai jenis semen.
  1. Semen Portland
  2. Water proofed cement
  3. Semen Putih
  4. High Alumina Cement
  5. Semen Anti Bakteri
  6. Oil Well Cement (OWC)
  7. Semen Campur

SEMENT PORTLAND (OPC)

Semen portland diklasifikasikan dalam lima tipe yaitu :
1. Tipe I (Ordinary Portland Cement)
Semen Portland untuk penggunaan umum yang tidak memerlukan persyaratn khusus seperti yang dipersyaratkan pada tipe-tipe lain.
Tipe semen ini paling banyak diproduksi dan banyak dipasaran
2. Tipe II (Moderate sulfat resistance)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap sulfat atau panas hidrasi sedang. Tipe II ini mempunyai panas hidrasi yang lebih rendah dibanding semen Portland Tipe I. Pada daerah–daerah tertentu dimana suhu agak tinggi, maka untuk mengurangi penggunaan air selama pengeringan agar tidak terjadi Srinkege (penyusutan) yang besar perlu ditambahkan sifat moderat “Heat of hydration”. Semen Portland tipe II ini disarankan untuk dipakai pada bangunan seperti bendungan, dermaga dan landasan berat yang ditandai adanya kolom-kolom dan dimana proses hidrasi rendah juga merupakan pertimbangan utama.
3. Tipe III (High Early Strength)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan kekuatan yang tinggi pada tahap permulaan setelah pengikatan terjadi. Semen tipe III ini dibuat dengan kehalusan yang tinggi blaine biasa mencapai 5000 cm2/gr dengan nilai C3S nya juga tinggi. Beton yang dibuat dengan menggunakan semen Portland tipe III ini dalam waktu 24 jam dapat mencapai kekuatan yang sama dengan kekuatan yang dicapai semen Portland tipe I pada umur 3 hari, dan dalam umur 7 hari semen Portland tipe III ini kekuatannya menyamai beton dengan menggunakan semen portlan tipe I pada umur 28 hari
4. Tipe IV (Low Heat Of Hydration)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan panas hidrasi rendah. Penggunaan semen ini banyak ditujukan untuk struktur Concrette (beton) yang massive dan dengan volume yang besar, seprti bendungan, dam, lapangan udara. Dimana kenaikan temperatur dari panas yang dihasilkan selama periode pengerasan diusahakan seminimal mungkin sehingga tidak terjadi pengembangan volume beton yang bisa menimbulkan cracking (retak). Pengembangan kuat tekan (strength) dari semen jenis ini juga sangat lambat jika dibanding semen portland tipe I
5 Tipe V (Sulfat Resistance Cement)
Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan tinggi terhadap sulfat. Semen jenis ini cocok digunakan untuk pembuatan beton pada daerah yang tanah dan airnya mempunyai kandungan garam sulfat tinggi seperti : air laut, daerah tambang, air payau dsb

WATER PROOFED CEMENT

Water proofed cement adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan “Water proofing agent”, dalam jumlah yang kecil seperti : Calcium, Aluminium, atau logam stearat lainnya.Semen ini banyak dipakai untuk konstruksi beton yang berfungsi menahan tekanan hidrostatis, misalnya tangki penyimpanan cairan kimia.

WHITE CEMENT (SEMEN PUTIH)

Semen putih dibuat umtuk tujuan dekoratif, bukan untuk tujuan konstruktif. Pembuatan semen ini membutuhkan persyaratan bahan baku dan proses pembuatan yang khusus, seperti misalnya bahan mentahnya mengandung oksida besi dan oksida manganese yang sangat rendah (dibawah 1 %).

HIGH ALUMINA CEMENT

High Alumina cement dapat menghasilkan beton dengan kecepatan pengersan yang cepat dan tahan terhadap serangan sulfat, asam akan tetapi tidak tahan terhadap serangan alkali. Semen tahan api juga dibuat dari High Alumina Cement, semen ini juga mempunyai kecepatan pengerasan awal yang lebih baik dari semen Portland tipe III. Bahan baku semen ini terbuat dari batu kapur dan bauxite, sedangkan penggunaannya adalah antara lain :
  • Rafractory Concrette
  • Heat resistance concrete
  • Corrosion resistance concrete

SEMEN ANTI BAKTERI

Semen anti bakteri adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan “anti bacterial agent” seperti germicide. Bahan tersebut ditambahkan pada semen Portland untuk “Self Desinfectant” beton terhadap serangan bakteri dan jamur yang tumbuh. Sedangkan sifat-sifat kimia dan fisiknya hampir sama dengan semen Portland tipe I. Penggunaan semen anti bakteri antara lain :
  • Kamar mandi
  • Kolam-kolam
  • Lantai industri makanan
  • Keramik
  • Bangunan dimana terdapat jamur pathogenic dan bakteri
OIL WELL CEMENT
Oil well cement adalah semen Portland semen yang dicampur dengan bahan retarder khusus seperti asam borat, casein, lignin, gula atau organic hidroxid acid. Fungsi dari retarder disini adalah untuk mengurangi kecepatan pengerasan semen, sehingga adukan dapat dipompakan kedalam sumur minyak atau gas. Pada kedalaman 1800 sampai dengan 4900 meter tekanan dan suhu didasar sumur minyak atau adalah tinggi. Karena pengentalan dan pengerasan semen itu dipercepat oleh kenaikan temperature dan tekanan, maka semen yang mengental dan mengeras secara normal tidak dapat digunakan pada pengeboran sumur yang dalam. Semen ini masih dibedakan lagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan API Spesification 10 1986, yaitu :
KELAS A Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila sifat-sifat khusus tidak dipersyaratkan
KELAS B Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila kondisi membutuhkan tahan terhadap sulfat sedang
KELAS C Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila kondisi membutuhkan sifat kekuatan tekan awal yang tinggi
KELAS D Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 sampai 3050 meter, dengan kondisi suhu dan tekanan yang sedang
KELAS E Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4270 meter, dengan kondisi suhu dan tekanan yang tinggi
KELAS F Digunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4880 meter, dengan kondisi suhu dan tekanan yang tinggi
KELAS G Digunakan untuk cementing mulai surface casing sampai dengan kedalaman 2440 meter, akan tetapi dengan penambahan accelerator atau retarder. Dapat digunakan untuk semua range pemakaian, mulai dari kelas A sampai kelas E

BLENDED CEMENT (SEMEN CAMPUR)

Semen campur dibuat karena dibutuhkannya sifat-sifat khusus yang tidak dimiliki oleh semen portland. Untuk mendapatkan sifat khusus tersebut diperlukan material lain sebagai pencampur.Jenis semen campur :
  1. Semen Portland Pozzolan (SPP)
  2. Portland Pozzolan Cement (PPC)
  3. Portland Blast Furnace Slag Cement
  4. Semen Mosonry
  5. Semen Portland Campur (SPC)
  6. Portland Composite Cement (PCC)
Semen Portland Pozzolan (SPP)/(PPC)
Semen Portland pozzolan (SPP) atau dikenal juga sebagai Portland Pozzolan Cement (PPC) adalah merupakan semen hidrolisis yang terdiri dari campuran yang homogen antara semen Portland dengan bahan pozzolan (Trass atau Fly Ash) halus, yang diproduksi dengan menggiling klinker semen Portland dan bahan pozzolan bersama-sama atau mencampur secara merata semen Portland dan bahan pozzolon atau gabungan antara menggiling dan mencampur.
Portland Blast Furnace Slag Cement
Portland Blast Furnace Slag Cement adalah semen Portland yang dicampur dengan kerak dapur tinggi secara homogen dengan cara mencampur bubuk halus semen Portland dengan bubuk halus slag atau menggiling bersama antara klinker porland dengan butiran slag. Activitas slag (Slag Activity) bertambah dengan bertambahnya ratio CaO + MgO/SiO2 + Al2O3 dan glass content. Tetapi biasanyan keberadaan ratio oksida dan glass Content tersebut saling berkebalikan. Beberapa sifat slag semen adalah sabagai berikut :
    1. Jika kehalusannya cukup, mempunyai kekuatan tekan yang sama dengan semen portland.
    2. Betonnya lebih stabil dari pada beton semen portland
    3. Mempunyai permebility yang rendah
Semen Masonry
Semen masonry pertama kali diperkenalkan di USA, kemudian berkembang kebeberapa negara.Secara tradisional plesteran untuk bangunan umumnya menggunakan kapur padam, kemudian meningkat dengan dipakainya semen portland yang dicampur dengan kapur padam. Namun karena dianggap kurang praktis maka diperkanalkan Semen Masonry .
Portland Composite Cement (Semen Portland Campur)PCC -SPC
Menurut SNI 17064-2004, Semen Portland Campur adalah Bahan pengikat hidrolisis hasil penggilingan bersama sama terak (clinker) semen portland dan gibs dengan satu atau lebih bahan anorganik, atau hasil pencampuran antara bubuk semen portland dengan bubuk bahan bahan anorganik lain. Bahan anorganik tersebut antara lain terak tanur tinggi (blastfurnace slag), pozzoland, senyawa silika, batu kapur, dengan kadar total bahan anorganik 6 – 35 % dari massa semen portland composite. Menurut Standard Eropa EN 197-1 Portland Composite Cement atau Semen Portland Campur dibagi menjadi 2 Type berdasarkan jumlah Aditive material aktif
  1. Type II/A-M mengandung 6 – 20 % aditif
  2. Type II/B-M mengandung 21 – 35 % aditif
Kalau pada Portland Pozzolan Cement (Semen Portland Pozzolan) aditif yang digunakan hanya 1 jenis maka pada Portland Composite Cement ini aditif yang digunakan lebih dari 1 jenis atau 2 jenis maka semen ini dikelompokkan pada TERNARY CEMENT.



sumber: http://rdianto.wordpress.com

Design rumah minimalis, rumah cluster

Design rumah minimalis
Akhir-akhir ini model rumah minimalis banyak ditemukan, rumah minimalis bukan lagi sekedar sebagai selera tapi seakan menjadi sebuah budaya yang menggambarkan perilaku masyarakat Indonesia dewasa ini yang cenderung menyukai hal-hal yang praktis, cepat dan simple.
Secara keseluruhan rumah minimalis dapat digambarkan berupa adanya bidang-bidang datar yang rapi, garis-garis lekukan, permodelan kubus yang simple, dan lain sebagainya, dalam segi warna rumah minilais seringkali dicat dengan perpaduan warna abu-abu, hitam dan putih.
Ketidak nyamanan yang sering ditemui pada rumah minamalis biasanya terjadi pada adanya bidang-bidang dinding yang terlalu berlebihan sehingga terkesan boros dan tidak simple, untuk itu diperlukan kesabaran dan ketelitian dalam membuat design rumah minimalis, untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan cara membuat terlebih dulu tampilan 3 dimensi rumah minimalis yang akan dibangun, sehingga dapat terlihat bidang yang tidak perlu ada karena Lebih baik merevisi gambarnya daripada merevisi bangunan yang sudah dibuat sehingga dapat mengurangi resiko biaya terbuang untuk bongkar pasang.
Perkembangan gaya rumah minimalis yang begitu pesat juga menghasilkan berbagai macam type dari rumah minimalis itu sendiri contoh rumah minimalis tradisional, rumah minimalis modern, rumah minimalis religius, rumah minimalis sederhana, rumah minimalis klasik, dll.
Ditengah ketenaran model rumah minalis tentunya masih banyak lagi model-model rumah lainya yang menjadi ciri khas kebudayaan Indonesia baik itu tergambar dalam rumah adat maupun hasil rekayasa arsitek dari pikiranya maupuun penerjemahan angan-angan dan pikiran masyarakat kedalam visual gambar 2 dimensi selanjutnya diwujudkan sebagai suatu kesatuan benda yang diberi nama rumah.
Model rumah lainya misalnya design rumah joglo, design rumah meditirania, design rumah tropis, dsign rumah klasik, dan lain sebagainya
Tips membangun rumah minimalis
Dalam proses pelaksanaanya rumah minimalis memerlukan ketelitian pembuatan detail-detail bangunan sehingga dapat dihasilkan sebuah bangunan yang rapi, indah dan tentunya kuat bertahan lama.
Pembuatan garis – garis cekung pada dinding dapat menggunakan cetakan pipa pvc yang dibelah sehingga dapat dihasilkan garis-garis dengan ukuran lebar yang seragam dan serta lurus. Semen yang digunakan dalam bidang-bidang ini sebaiknya dalam jumlah yang cukup banyak, hal ini untuk mengurangi resiko pecah-pecah pada bangunan akibat kurang merekatnya adukan  ke dinding bata. karena perbaikan bidang-bidang tersebut lebih sulit daripada membuat baru.
Perkembangan rumah minimalis kedepanya semakin banyak tercipta design –design baru yang menambah variasi design rumah minimalis.

Model rumah cluster adalah bangunan tanpa pagar

Model rumah cluster adalah kumpulan bangunan tanpa pagar di perumahan dengan satu pintu gerbang utama sebagai alat control keamanan, dengan membeli rumah cluster berarti tidak boleh memodifikasi tampak depan dengan menambahkan pagar pribadi untuk mempercantik rumah maupun menambah keamanan. Kondisi ini tentu mempunyai kelebihan sekaligus kekurangan yang harus ditanggung oleh penghuni komplek perumahan dengan model cluster, apa saja itu? Disini kita akan membahasnya, dan sebagai permulaan kita buat daftarnya sebagai pembuka diskusi tentang desain rumah cluster.

Kelebihan rumah cluster
  • Jenis perumahan ini cocok untuk daerah yang tingkat keamananya tinggi dan sifat gotong royong antar warga cukup besar sehingga bisa saling tolong menolong  dalam menjaga keamanan serta kebersihan lingkungan.
  • Setiap pribadi mempunyai tipe model rumah terbaik yang paling diminati, begitu juga dengan model rumah cluster yang tentunya ada yang menganggapnya sebagai jenis rumah idaman terbaik. Bagi yang kebetulan menyukainya maka membeli rumah cluster bisa jadi kebanggan tersendiri.
  • Bisa melakukan penghematan pagar karena tidak perlu membangun pagar pribadi.
  • Perumahan dengan model cluster biasanya lebih diperhatikan dari segi pertamanan sehingga aneka tumbuhan hijau dan bunga-bungaan bisa terlihat indah menyegarkan.
Kekurangan rumah cluster
  • Pada lokasi lingkungan perumahan yang tingkat keamananya rendah maka cukup beresiko jika hanya mengandalkan pagar utama untuk menjaga keamanan.
  • Adanya biaya tambahan untuk menggaji satpam atau security perumahan, namun disisi lain hal ini justru bagus karena bisa menciptakan lapangan kerja baru.
  • Keamanan lingkungan perumahan yang terjamin pada rumah cluster bisa jadi justru disalahgunakan oleh warga dengan memarkir kendaraan sembarangan dijalan sehingga bisa mengganggu tetangga atau pengguna jalan lain.
  • Tidak adanya kebebasan dalam memodifikasi tampilan arsitektur tampak depan rumah sehingga komplek terkesan standar  dan seragam.
  • Dalam membeli perumahan harus benar-benar menyukai desain rumah karena untuk menambah pernak-pernik kedepanya khususnya desain pagar bisa jadi tidak memungkinkan kecuali aturan rumah cluster sudah tidak lagi digunakan.

Begitulah kurang lebih beberapa kelebihan dan kekurangan perumahan model cluster, lalu  bagaimana menurutmu tentang  jenis rumah terbaru ini? Dan bagi yang punya pengalaman entah itu sebagai developer rumah cluster, arsitek atau penghuni komplek jenis ini bisa berbagi cerita disini :-)

Mandor Bangunan Mandor KONTRAKTOR PELAKSANA KONTRAKTOR PROFESIONAL MUDA KONTRAKTOR DI SURAKARTA KONTRAKTOR DI SOLO KONTRAKTOR DI SRAGEN KONTRAKTOR DI KARANGANYAR KONTRAKTOR DI BOYOLALI KONTRAKTOR DI SALATIGA KONTRAKTOR DI YOGYAKARTA KONTRAKTOR DI JOGYA KONTRAKTOR DI SEMARANG