Showing posts with label RAB. Show all posts
Showing posts with label RAB. Show all posts

RAB Rencana Anggaran Biaya sistem m2 dan m3

 Cara Menghitung RAB Rencana Anggaran Biaya Bangun Rumah

Cara menghitung RAB rencana anggaran biaya bangun rumah dapat dilakukan dengan sistem analisa harga satuan dan m2 bangunan mari kita lihat bagaimana langkah perhitunganya masing-masing cara ini mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri, misalnya sistem m2 akan lebih cepat dari segi waktu perhitungan namun dari segi ketelitian akan lebih baik jika menggunakan sistem analisa harga satuan bangunan, berikut ini penjelasan mengenai dua metode perhitungan tersebut
Menghitung biaya bangun rumah sistem m2 bangunan
Pada metode perhitungan ini kita hanya membutuhkan dua data yaitu luas bangunan yang akan dibangun dan harga bangunan per m2 pada waktu dan lokasi kegiatan pembangunan. kelebihan metode ini adalah proses menghitung RAB dapat dilakukan dengan cepat karena tidak banyak memerlukan waktu pencarian data dan proses berpikir, contoh perhitunganya sebagai berikut:
Contoh : Kita akan membangun sebuah rumah sederhana di jakarta dengan ukuran lebar depan 6 m dengan panjang kebelakang 10 m harga bangunan per m2 rumah sederhana +/- Rp.2.500.000,00 ( nilai harga ini hanya sebagai contoh yang pada kondisi sebenarnya dapat bervariasi menyesuaikan spesifikasi penggunaan material dan lokasi pembangunan rumah) berapa biaya bangun rumah sederhana tersebut? :-)
Jawab: Luas bangunan 6m x 10 m = 60m2, jadi rencana anggaran biaya bangun rumah sebesar 60m2 x Rp.2.500.000,00 = Rp.150.000.000,00 (
Menghitung biaya bangun rumah sistem analisa harga satuan
Urutan perhitungan RAB rumah secara teliti adalah
1. Membuat gambar rumah yang akan dibangun.
2. Membuat spesifikasi material atau rencana kerja dan syarat bangunan.
3. Membuat rincian daftar perkerjaan yang akan dilaksanakan.
4. Menghitung volume masing – masing item pekerjaan.
5. Mencari daftar harga upah dan bahan terbaru.
6. Menghitung analisa harga satuan setiap item pekerjaan.
7. Mengalikan volume dengan analisa harga satuan.
8. Membuat jumlah harga secara keseluruhan.
9. Menambahkan angka hasil perhitungan rencana anggaran biaya
bangunan dengan PPN 10% dan nilai keuntungan borongan yang akan
diberikan kepada kontraktor.
Contoh: jika kita hendak membangun rumah sederhana maka sebelumnya kita buat gambar terlebih dahulu dan rencana material yang akan digunakan lalu bisa membuat rincian item pekerjaan yang akan dihitung harga satuannya, secara umum misalnya:
* persiapan (pembersihan lahan, pendatangan material dll)
* pondasi (galian tanah, pemasangan pondasi batu kali, urugan tanah
kembali)
* struktur beton bertulang seperti sloof, kolom dan balok.
* dinding meliputi pasangan dinding batu bata berikut plesteran dan
acian.
* rangka atap dan finishing penutup atap rumah.
* Pekerjaan plafond rumah.
* Pekerjaan lantai rumah.
* Instalasi plumbing dan listrik rumah.
* Pengecatan dan perapihan.
Masing-masing item pekerjaan tersebut kemudian dihitung volumenya berdasarkan gambar bangunan yang sudah disertai ukuran, lalu menghitung harga satuan pekerjaan diakhiri dengan mengalikan vollume x harga satuan = harga item pekerjaan.
Contohnya: pada item pekerjaan pasangan batu kali kita hitung volumenya sebesar 10 m3 dengan harga satuan sebesar Rp.400.000,00 maka biaya pekerjaan pasangan batu kali adalah 10m3 x Rp.400.000,00 = Rp.4.000.000,00.
Nah.. setelah semua item pekerjaan diketahui harganya seperti pada contoh pekerjaan pasangan batu kali maka bisa dijumlahkan secara total RAB rencana anggaran biaya bangun rumah utuh.

sumber

RUMUS BANGUNAN, MENGHITUNG VOLUME BANGUNAN

BERIKUT RUMUS YANG JUGA DI PAKAI DALAM MENGHITUNG VOLUME BANGUNAN/ RAB

Rumus - Rumus Bangun Ruang

Selain memiliki volume, sebuah bangun ruang juga memiliki luas. Bangun ruang yang selama ini kita kenal misalnya: Kubus, Balok (terkadang disebut dengan prisma tegak), silinder, kerucut, prisma segitiga, dll. Rumus - rumus bangun ruang di bawah ini bisa membantu kita untuk mengenal lebih jelas tentang bangun ruang yang ada di sekitar kita.
RUMUS - RUMUS BANGUN RUANG:


RUMUS - RUMUS BANGUN RUANG:
 


Rumus bangun ruang. Bangun ruang. Rumus bangun ruang lengkap. Rumus rumus bangun ruang. Rumus volume bangun ruang lengkap dan gambarnya. Rumus bangun datar dan bangun ruang. Rumus bangun datar dan bangun ruang lengkap.
Rumus bangun ruang dan gambarnya. Pengertian bangun ruang. Rumus bangun datar. Gambar bangun ruang. Bangun ruang dan rumusnya. Rumus bangun ruang balok. Macam macam bangun ruang dan rumusnya.
Rumus matematika bangun datar. Rumus bangun ruang lengkap dan gambarnya. Rumus matematika bangun ruang. Rumus tabung. Gambar bangun ruang dan rumusnya. Kumpulan rumus bangun ruang. Rumus balok.
Macam bangun ruang dan rumusnya. Rumus rumus bangun ruang lengkap. Rumus dan gambar bangun ruang. Contoh bangun ruang. Macam macam bangun ruang. Bangun datar dan rumusnya. Rumus bangun ruang dan bangun datar.
Rumus bangun ruang beserta gambarnya. Bangun datar. Tabel rumus bangun ruang. Macam macam prisma dan rumusnya. Rumus bangun ruang lengkap dengan gambarnya. Rumus bangun datar lengkap dan gambarnya. Gambar macam macam bangun ruang.
Rumus luas bangun ruang. Rumus macam macam bangun ruang. Rumus ruang bangun. Kumpulan rumus rumus bangun ruang. Gambar bangun prisma. Kumpulan rumus bangun datar. Gambar gambar bangun ruang dan bangun datar beserta rumusnya.
Rumus bangun ruang prisma. Rumus segitiga balok kubus lingkaran. Rumus rumus bangun datar dan bangun ruang lengkap. Artikel bangun ruang. Bangun ruang beserta rumusnya. Bentuk bentuk bangun ruang. Rumus rumus bangun datar dan bangun ruang.
Gambar bangun ruang dan rumus nya. Rumus bangun ruang matematika. Bangun ruang dan bangun datar beserta rumusnya. Bangun datar dan bangun ruang beserta rumusnya. Kumpulan rumus bangun ruang matematika. Gambar dan rumus bangun ruang dan bangun datar. Rumus bangun ruang silinder.
Berbagai macam bangun ruang. Gambar bangun kerucut. Artikel rumus bangun ruang. Matematika bangun datar dan rumus. Rumus volume bangun ruang prisma segitiga. Bangun datar dan bangun ruang. Rumus rumus bangun ruang dan gambar.
Bangun ruang dan rumus rumusnya. Rumus/gambar prisma. Tabel rumus bangun datar. Macam macam bangun datar. Bidang ruang. Rumus dan volume bangun ruang. Gambar rumus bidang datar.
Gambar rumus bangun ruang. Gambar bangun datar dengan rumusnya. Macam gambar bangun ruang dan rumus. Bentuk prisma tegak segitiga. Bangun ruang dan rumusnya 10(tabel). Rumus2 bangun ruang. Rumus lengkap bangun ruang.
Gambar bangun datar. Rumus bangun datar dan ruang datar. Bangunan ruang dan rumusnya. Tabel rumusbangun ruang. Rumus volume bangun. R mus bangun datar & bangun ruang. Macam macam bangun datar dan bangun ruang.
Rumus bangun datar dan bangun ruang beserta gambarnya. Rumus dan gambar bangun datar (kerucut tabung). Rumus bangun ruang prisma segitiga. Rumus rumus bangun. Rumus volume bangun datar. Rumus dan gambar tabung. Luas bangun ruang.
Rumus bangun ruang dan bangun datar lengkap. Rumus matematika bangun ruang dan gambarnya. Gambar bangun ruang lengkap. Rumus bangunan. Gambar bangun ruang di matematika lengkap. Macam rumus matematika. Macam macam bentuk bangun ruang.
Gambar rumus matematika kerucut. Rumus rumus.

DOWNLOAD RAB BANGUNAN FREE

FREE DOWNLOAD

1.  RUMAH UKURAN 10 M X 9.5 M : DOWNLOAD
2.  GAMBAR RUMAH TYPE 36 : DOWNLOAD
3.  BERAT JENIS BENDA PADAT : DOWNLOAD
4.  MENGHITUNG VOLUME BANGUNAN : DOWNLOAD
5.  GAMBAR RUMAH : DOWNLOAD
6.  HITUNGAN CREMONA : DOWNLOAD
7.  CARA MENGATASI ATAP SENG BOCOR : DOWNLOAD
8.  CARA MENGHITUNG RAB : DOWNLOAD
9.  CARA MEMBUAT ATAP FIBER : DOWNLOAD

http://www.rabrumah.com/p/free-download.html

COR DAK BETON, LANTAI BETON


Plat lantai yang dimaksud adalah plat yang terbuat dari beton bertulang, dapat difungsikan sebagi lantai atau atap,

Plat Atap.

Untuk plat beton yang difungsikan sebagai atap, tebal minimum plat adalah 7 cm dengan tulangan (besi beton) 1 lapis, jarak antara tulangan beton adalah 2 x tebal plat atau 20 cm, diambil nilai yang terkecil, contoh tebal plat 7 cm maka jarak tulangan 2 x 7 cm = 14 cm, maka yang dipakai berjarak 14 cm.
Akan tetapi penerapan dilapangan biasanya menggunakan tulangan pokok diameter 8mm jarak 10 cm, sedangkan tulangan pembagi diameter 6 mm berjarak 10 cm, apabilah dak tersebut cantilever, maksimum 100 cm, bila lebih dari itu sebaiknya struktur dihitung, atau menggunakan besi beton untuk tulangan pokok berdiameter 10 mm dengan jarak 10 cm, sdengkan tulangan pembagi dapat dipaki diameter 6mm berjarak 10 cm.
Plat Lantai
Untuk plat beton yang difungsikan sebagai lantai, tebal minimum adalah 12 cm, dengan tulang (besi beton) 2 lapis, yaitu menggunakan besi beton diameter 10 mm berjarak 10 cm pada lokasi momen maksimum, dan diameter 10 mm berjarak 20 cm pada lokasi momen minimum. Penyeragaman diameter besi beton agar memudahkan pengerjaan dilapangan.

http://www.struktur-rumah.com

RAB SLOOF 15/20

Gambar sloof disamping, pertama-tama hitung total panjang sloof, misal didapat 85 meter, kemudian cari volume yaitu 0,2 m x 0,15 m x 85 m = 2,55 m3.
Untuk menghitung kebutuhan material sloof ada 3 item pekerjaan yaitu : Material beton, material besi, material begesting.

a. Beton campuran dg mutu K 150
Untuk mutu beton ada beberapa macam mulai dari B0,K100,K 125,K 150,K175,K 225,K 300.
Disini penulis menggunakan mutu beton K 150, krn untuk pembuatan beton dengan cara manual lebih mudah mencapai K 150, sedangkan untuk mutu diatasnya harus dengan pengawasan yg teliti.
Kebutuhan Material :
1. semen = 2,55 m3 x 299 kg = 762,45 kg ( pc 40 kg = 19,06 zak).
2. Pasir = 2,55 m3 x 799 kg = 2.037,45 kg (Bj =1,6) = 1,3 m3
3. Krikil = 2,55 m3 x 1.017 kg = 2.593,35 kg (Bj = 1,9)= 1,4 m3


Kebutuhan Tenaga :
1. Pekerja = 2,55 m3 x 1,65 = 4,21 OH
2. Tukang = 2,55 m3 x 0,275= 0,7 OH
3. Kep.Tukang = 2,55 m3 x 0,03 = 0,08 OH
4. Mandor = 2,55 m3 x 0,083 = 0,212 OH

b. Pembesian (perhitungan dg besi polos)
KebutuhanMaterial :
1. Tulangan pokok 4 d 10.
Pajang total sloof 85 meter
Besi beton yang diperlukan 4 bh x 85 meter = 340 meter /12 meter (panjang 1 batang besi beton standar 12 meter) = 28,33batang atau 28,33 batang x 7,4 kg = 209,7 kg.
2. Tulangan begel/pembagi d 8 – 15
Panjang Total sloof 85 meter
Jumlah begel yg diperlukan 85/0,15 = 566,7 =567 bh.
Panjang 1 bh besi begel = {(2x15)+(2x20)}-{(2x2)+(2x2)}+5cm = 67 cm.
Angka 15 cm adalah lebar sloof atas bawah, 20 cm tinggi sloof kiri kanan , 2 cm selimut beton atas bawah kiri kanan, 5 cm pembengkokan ujung.
Total kebutuhan panjang besi untuk begel = 567 bh x 0,67 m = 379,9=380 meter/12 = 32 batang x 4,74 kg = 151,7 = 152 kg.
Total kebutuhan besi beton untuk membuat sloof sepanjang 85 meter = 209,7 kg + 152 kg = 361,7 kg Kebutuhan kawat bindrat 10% dari berat besi beton = 3,61 kg = 4 kg.
Kebutuhan Tenaga :
1. Pekerja = 361,7 kg x 0,007 = 2,5 OH.
2. Tukang = 361,7 kg x 0,0007 = 0,25 OH
3. Kep.Tukang = 361,7 kg x 0,00007 = 0,025OH
4. Mandor = 361,7 kg x 0,0004 = 0,145 OH

c. Begesting.
Kebutuhan Material :
Luas begesting = (85 m x 0,2 m)x 2 = 34 m2
Kebutuhan Material :
1. Papan 2/20x3m = 34 x 1,7 lbr = 57,8 lbr
2. Paku 2”-5” = 34 x 0,3 kg = 10,2 kg
Untuk material papan dari kebutuhan 57,8 lbr, tidak harus dipenuhi semua cukup 50% dari kebutuhan total, karna pengerjaan sloof biasanya tidak dikerjakan serentak, sehingga papan yg sudah dipakai dapat digunakan kembali.
Kebutuhan Tenaga :
1. Pekerja = 34 m2 x 0,52 OH = 17,68 OH
2. Tukang = 34 m2 x 0,26 OH = 8,84 OH
3. Kep.Tukang = 34 m2 x 0,026 OH = 0,884OH
4. Mandor = 34 m2 x 0,026 OH = 0,884OH

Total kebutuhan untuk membuat sloof sepanjang 85 meter :
Material :
1. PC (semen 40 kg/zak) = 19 zak .
2. Pasir = 2.037,45 kg (1,3 m3)
3. Split (koral/krikil) = 2.593,25 kg (1,4 m3)
4. Besi beton d 10 mm = 28,33 btg/ 29 batang
5. Besi Beton d 8mm = 32 batang
6. Bindrat = 4,3 kg
7. Papan 2/30x3m = 57,8 lbr
8. Paku = 10,2 kg
Upah :
1. Pekerja = 24,39 OH
2. Tukang = 9,79 OH
3. Kep.Tukang = 0,989 OH
4. Mandor = 1,2 OH
Maka untuk setiap 1 m sloof dengan dimensi dan penulangan seperti gambar diatas kebutuhan Material dan upah adalah :
1. PC (semen 40 kg/zak) = 0,224 zak .
2. Pasir = 0,02 m3
3. Split (koral/krikil) = 0,02 m3
4. Besi beton d 10 mm = 0,333 batang
5. Besi Beton d 8mm = 0,377 batang
6. Bindrat = 0,051 kg
7. Papan 2/30x3m = 0,68 lbr
8. Paku = 0,12 kg
Upah :
1. Pekerja = 0,29 OH
2. Tukang = 0,94 OH
3. Kep.Tukang = 0,0116 OH
4. Mandor = 0,0141 OH
Bila pembaca akan membuat sloof dengan ukuran seperti gambar diatas, hitung pajang total sloof,kemudian kalikan kebutuhan material atau upah setiap 1 meter sloof.
Tetapi untuk kebutuhan material alam biasanya lebih dari perhitungan sampai dengan 75% karna pengaruh pada pengukuran dibak truck, sehingga untuk pasir dari kebutuhan 0,02 m3 menjadi 0,035 m3, sedangkan untuk split mencapai 25% maka kebutuhan split 0,02 m3 = 0,025 m3.
Saran untuk membeli material alam sebaiknya pendatangan tdk sekaligus, usahakan bertahap, karna bila terlalu banyak material dapat mempersulit gerak pekerja,dan akan banyak yg tercecer. 
http://www.struktur-rumah.com
Mandor, Tukang, Pemborong, Bangunan, Proyek, KONTRAKTOR, PELAKSANA, PROFESIONAL MUDA, DI, SURAKARTA, SOLO, SRAGEN, KARANGANYAR, BOYOLALI, SALATIGA, YOGYAKARTA, JOGYA, Klaten, SEMARANG, KAMI BERGERAK DALAM PEGADAAN BARANG dan JASA : PAGAR PANEL BETON, GYPSUM, RANGKA ATAP BAJA RINGAN, PAVING, WATERPROOFING, WALLPAPER DINDING, Urug Tanah. JASA : TUKANG, MANDOR, PEMBORONG, BANGUNAN, PROYEK, PROFESIONAL., AHLI, KERJASAMA YANG BAIK DAN TANGUNG JAWAB = Hasil yang Terbaik

DINDING BATAKO DAN HEBEL

Batako merupakan batu cetak yang tidak dibakar. Berdasarkan bahan bakunya,batako dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu,batako putih dan batako semen..Batako putih dibuat dari campuran tras,batu kapur,dan air sehingga sering juga disebut batu cetak kapur tras.
Tras merupakan jenis tanah yang berasal dari lapukan batu-batuan yang berasal dari gunung merapi.Warnya nya ada yang putih dan ada juga yang putih kecoklatan.Ukuran batako adalah panjang 30cm,tebal 8cm,tinggi 14cm.
Kebutuhan bahan per meter persegi dengan pasangan batako adalah.


1.Batako tras 25 buah
2.Pasir pasang 0.025 m3
3.Semen          0.215 Sak


Kekurangan dan kelebihan pasangan batako tras adalah.
kelebihan
1.pasangan relatif lebih cepat
2.Harga relatif murah
3.Mudah didapat

Kekuranganya

1.Rapuh dan mudah pecah
2.Menyerap air sehingga dapat menyebabkan tembok lembab
3.Dinding mudah retak

Jenis batako semen
Batako semen PC dibuat dari campuran semen PC dan pasir.Ukuran dan model lebih beragam dibandingkan dengan batako putih.Batako ini biasanya menggunakan dua lubang sisi yang digunakan sebagai dinding pengisi.Dipasaran,ukuran batako semen biasanya panjang 38 cm,tinggi 18 cm,dan tebal 8-10cm,nama lain dari batako semen adalah batako pers.

Kebutuhn bahan permeter perseginya adalah:

1.Batako Semen   15 buah
2.Pasir pasang      0.015m3
3.Semen PC         0.125 sak

Jenis pasangan batako inipun juga mempunya kelebihan dan kekurangan:

Kelebihan
1.Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadi rembesan air.
2.Pemasangan lebih cepat.

Kekurangan
1.Harga relatif lebih mahal
2.Mudah terjadi retak rambut pada dinding.

Dinding Hebel atau bata ringan ALC

Dinding hebel memiliki ukuran 60cm x 20 cm dengan ketebalan 8 cm.Bata ini cukup ringan,halus,dan memiliki tingkat kerataaan yang baik sehingga bisa langsung diaci tanpa  plasteran.Bahan atau acian yang biasa digunakan untuk memasang hebel biasanya menggunakan semen instan atau khusus.

Bhan adalah sejenis semen berbahan dasar pasir silika,semen,filler dan zat aditive.Penggunaaanya hanya dicampur dengan air,tetapi dapat juga menggunakan bahan seperti pemasangan batako.

Kebutuhan bahan untuk pemasangan bata ringan hebel per meter perseginya adalah:

1.Semen instan            11.43 kg
2.Hebel                        8 buah
3.Air                           0.15 - 0.16 liter.


BY : http://www.cibotproperty.com/2012/02/dinding-batako-dan-hebel.html

RAB COR BETON

RAB rencana anggaran biaya bangunan,perlu kita ketahui dulu  daftar analisa,daftar analisa untuk setiap aitem pekerjaan konstruksi berbeda-beda,disesuaikan saja jenis pekerjaan apa yang akan kita hitung,berikut contoh pekerjaan cor beton yang perlu kita ketahui.
Analisa harga satuan pekerjaan cor beton per 1 m3 sebagai berikut:


jenis bahan dan      satuan  koofesien    harga satuan (Rp)     jumlah harga (Rp)
tenaga

Semen                   zak            6.8               39.000                      265.200
Pasir pasang          m3             0.54             125.000                    67.500
Split                      m3             0.81             135.000                     109.350


                                               jumlah total                                     442.050
       


Analisa harga satuan upah cor beton per 1m3 sebagai berikut

jtenis bahan dan        satuan        koofesian
tenaga

Kepala tukang          org             0.1                  harga disesuaikan dengan tempat dan lokasi
Tukang batu             org                 1
Pekerja                    org                 6                       dimana kita mengerjakan proyek.



Analisa harga satuan pekerjaan pembesian per 100 kg sebagai berikut:

jenis bahan dan          satuan         koofesian
tenaga

Besi beton                  kg                110
Kawat beton              kg                    2
Tukang besi               org                6.75
Pekerja                      org                     2


Analisa harga satuan cetakan beton per 1m3 sebagai berikut:

Jenis bahan dan tenaga         satuan      koofesian

Kayu                                     m3         0.03
Paku                                     kg           0.4

Cara menghitung RAB rencana anggaran biaya bangunan

 Cara menghitung RAB rencana anggaran biaya bangunan
RAB ( Rencana Anggaran Biaya Bangunan ) adalah perhitungan perkiraan harga yang dibutuhkan untuk membangun bangunan dari segi kebutuhan bahan bangunan dan tenaga kerja bahan bangunan.

Data Perhitungan RAB
Untuk dapat menghitung RAB maka diperlukan berbagai data yang digunakan untuk menghitung rencana anggaran biaya bangunan, data-data tersebut digunakan sebagai pedoman untuk menetapkan besarnya harga setiap item pekerjaan bangunan, berikut ini data-data yang diperlukan
  1. Gambar bangunan yang berisi informasi bentuk bangunan, ukuran-ukuran detail bangunan, serta material yang digunakan dalam setiap detail bangunan.
  2. Rencana kerja san syarat-syarat ( RKS ) adalah sebuah daftar spesifikasi item pekerjaan dan material yang digunakan.
  3. Waktu pelaksanaan pembangunan, perbedaan waktu pelaksanaan pekerjaan pembangunan tentu dapat menghasilkan perbedaan biaya bangunan baik secara harga maupun perbedaan nilai uang yang digunakan.
  4. Harga bahan bangunan, berisi daftar harga material yang digunakan pada bangunan sesuai dengan daerah dimana bangunan tersebut dibangun.,
  5. Harga upah tenaga kerja bangunan
  6. Analisa harga satuan pekerjaan atau standar harga pekerjaan

Cara menghitung RAB
Perhitungan rencana anggaram biaya bangunan dilakukan dengan urutan sebagai berikut
  1. Mengumpulkan dan melihat data-data yang digunakan untuk menghitung RAB
  2. Menghitung volume masing-masing item pekerjaan dengan satuan sesuai dengan satuan dalam perhitungan RAB
  3. Menghitung harga satuan pekerjaan, misalnya harga pekerjaan pondasi per m3, harga pemasangan keramik lantai per m3, dll.
  4. Mengalikan volume pekerjaan dengan harga satuan pekerjaan pada setiap detail item pekerjaan bangunan.
  5. Setelah semua item pekerjaan bangunan dihitung harga masing-masing kemudian di buat rekapitulasi total harga seluruh pekerjaan menjadi satu kesatuan rencana anggaran biaya bangunan yang dibutuhkan.
  6.  Hasil perhitungan tersebut kemudian ditambahkan dengan nilai pajak atau harga keuntungan yang diberikan kepada kontraktor.
Demikian uraian tentang cara menghitung RAB rencana anggaran biaya bangunan, ketelitian dan kesabaran dalam menghitung diperlukan sehingga didapatkan hasil perhitungan yang benar dan dapat digunakan sebagai acuan dalam melaksanaan pekerjaan pembangunan bangunan.

Mandor, Tukang, Pemborong, Bangunan, KONTRAKTOR PELAKSANA, PROFESIONAL MUDA, DI, SURAKARTA, SOLO, SRAGEN, KARANGANYAR, BOYOLALI, SALATIGA, YOGYAKARTA, JOGYA, Klaten, SEMARANG, KAMI BERGERAK DALAM PEGADAAN BARANG & JASA : PAGAR PANEL BETON, GYPSUM, RANGKA ATAP BAJA RINGAN, PAVING, WATERPROOFING, WALLPAPER DINDING, JASA TUKANG/MANDOR/PEMBORONG BANGUNAN, PROFESIONAL.. ANDA UNTUNG, KAMI UNTUNG KERJASAMA YANG BAIK DAN TANGUNG JAWAB

Tahap Pelaksanaan Proyek


Tahap Pelaksanaan Proyek

Proyek adalah rangkaian kegiatan untuk menghasilkan sesuatu atau serangkaian kegiatan yang mencakup seluruh aspek yang menyangkut kepentingan, untuk mencapai tujuan yang pengelolaannya tidak terlepas dari unsur-unsur manajemen.
Aturan-aturan yang membatasi pelaksanaan proyek adalah :
1. SPK/SPMK
2. Kontrak dan dokumen kontrak
3. (Surat perjanjian antara Pimpro/pimbagpro dan kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan)
4. RKS (Rencana Kerja dan Syarat-syarat)
5. Gambar kerja :
  • Shop drawing
  • As built drawing

Tahap-tahap pelaksanaan proyek ada 3 macam yaitu
A. Tahap pra pelaksanaan proyek
Tahap pra pelaksanaan proyek ini meliputi :
1. Membuat persiapan/program secara detail untuk menunjang kelancaran pelaksanaan
2. Acuannya
  • Dokumen kontrak
  • RAB dan RAP
  • Dokumen-dokumen lain
3. Kontraktor
  • Memberikan jaminan bank dan uang muka
  • Mempelajari isi kontrak
Dalam hal ini kontrak dibagi menjadi dua macam yaitu :
  • Kontrak lumpsum
    Kontrak lumsum adalah kontrak yang dilaksanakan sesuai dengan gambar dan RKS dalam dokumen lelang yang nilainya pasti dan mengikat, kuantitas dari masing-masing pekerjaan relatif pasti, gambar-gambar rencana dan spesifikasi lengkap terperinci.
  • Kontrak unit price
    Kontrak unit price adalah kontrak pengadaan barang / jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu berdasarkan harga satuan yg pasti & tetap untuk setiap satuan pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu, yang volume pekerjaannya masih bersifat perkiraan sementara. Pembayaran kepada penyedia jasa / kontraktor pelaksanaan berdasarkan hasil pengukuran bersama terhadap volume pekerjaan yang benar-benar telah dilaksanakan.
4. Merupakan masa mobilisasi (1-5 bulan)
  • Masa ini strategis, kelancaran pada masa ini menentukan kelancaran pekerjaan selanjutnya
  • Sering dilaksanakan review design
5. Persiapan administratif yang dilakukan
  • Surat menyurat (dengan pejabat setempat, pimpro/bagpro maupun konsultan)
  • Membuat surat tugas (internal)
  • Membuat laporan intern dan ekstern
6. Persiapan teknis yang dilakukan
  • Struktur organisasi proyek
  • Time schedule atau master schedule
  • Metode kerja/metode pelaksanaan
  • Kantor lapangan (base camp, gudang, direksi keet)
  • Bangunan utilitas (PLN, Telkom, PDAM)
  • Survey letak quarry
  • Membuat shop drawing
  • Pengukuran
  • Membuat fasilitas penunjang (Access road, jembatan darurat, pagar pengaman)
B. Tahap pelaksanaan
Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan proyek konstruksi secara umum. Dalam tahap pelaksanaan ada tiga target yang harus dicapai, yaitu :
  • Taget prestasi
  • Target waktu
  • Target biaya
Dalam tahap ini memungkinkan sekali untuk terjadiya perubahan metode kerja dan reshedulling. Dalam pelaksanaan pada tahap ini harus selalu dilakuan hal berikut ini :
  • Pengendalian biaya/keuangan (pengendalian bahan, alat, pekerja)
  • Pengendalian waktu (rencana kerja realistis, memperhatikan pekerjaan-pekerjaan kritis, evaluasi kurva S)
  • Pengendalian mutu (memperhatikan spesifikasi teknis)
C. Tahap akhir pelaksanaan
Ini adalah tahap saat proyek sudah selesia dilaksanakan PHO dan FHO. Pada tahap ini diusahakan proyek tidak terlambat, karena apabila terlambat akan terkena denda sebesar 1% dari nilai kontak sampai setinggi-tingginya 10% dari  nilai kontrak. Tenggang waktu antara PHO dan FHO adalah masa pemeliharaan. Semua cacat pada bangunan yang terjadi pada masa pemeliharaan menjadi tanggung jawab penuh dari kontraktor untuk memperbaikinya.

Jenis-Jenis Pondasi


Jenis-Jenis Pondasi

1. PONDASI BATU KALI

pondasi batu kali

Pondasi ini digunakan pada bangunan sederhana yang kondisi tanah aslinya cukup baik. Biasanya kedalaman pondasi ini antara 60 - 80 cm. Dengan lebar tapak sama dengan tingginya.
Kebutuhan bahan baku untuk pondasi ini adalah :
- Batu belah (batu kali/guning)
- Pasir pasang
- Semen PC (abu-abu).

Kelebihan :

  • Pelaksanaan pondasi mudah
  • Waktu pengerjaan pondasi cepat
  • Batu belah mudah didapat, (khususnya pulau jawa)

 Kekurangan :

  • Batu belah di daerah tertentu sulit dicari
  • Membuat pondasi ini memerlukan cost besar (bila sesuai kondisi pertama)
  • Pondasi ini memerlukan biaya lebih mahal jika untuk rumah bertingkat.

2. PONDASI TAPAK (FOOT PLATE) 

pondasi tapak
Pondasi yang biasa digunakan untuk bangunan bertingkat atau bangunan di atas tanah lembek. Pondasi ini terbuat dari beton bertulang dan letaknya tepat di bawah kolom/tiang dan kedalamannya sampai pada tanah keras.
Pondasi tapak ini dapat dikombinasikan dengan pondasi batu belah/kali. Pengaplikasiannya juga dapat langsung menggunakan sloof beton dengan dimensi  tertentu untuk kepentingan pemasangan dinding. Pondasi ini juga dapat dipersiapkan untuk bangunan di tanah sempit yang akan dikembangkan ke atas.
Kebutuhan Bahannya adalah:
- Batu pecah / split (2/3)
- Pasir beton
- Semen PC
- Besi beton
- Papan kayu sebagai bekisting (papan cetakan)

Kelebihan :

  • Pondasi ini lebih murah bila dihitung dari sisi biaya
  • Galian tanah lebih sedikit (hanya pada kolom struktur saja)
  • Untuk bangunan bertingkat penggunaan pondasi foot plate lebih handal daripadapondasi batu belah.

Kekurangan :

  • Harus dipersiapkan bekisting atau cetakan terlebih dulu (Persiapan lebih lama).
  • Diperlukan waktu pengerjaan lebih lama (harus menunggu beton kering/ sesuai umur beton).
  • Tidak semua tukang bisa mengerjakannya.
  • Diperlukan pemahaman terhadap ilmu struktur.
  • Pekerjaan rangka besi dibuat dari awal dan harus selesai setelah dilakukan galian tanah.

3. PONDASI PELAT BETON LAJUR

Pondasi pelat beton lajur atau jalur digunakan bila luas penampang yang menggunakanpondasi pelat setempat terlalu besar. Karena itu luas penampang tersebut dibagi dengan cara memanjangkan lajur agar tidak terlalu melebar
Pondasi ini lebih kuat jika dibanding dua jenis pondasi dangkal lainnya. Ini disebabkan seluruhnya terbuat dari beton bertulang. Harganya lebih murah dibandingkan dengan pondasibatu kali untuk bangunan rumah bertingkat.
Ukuran lebar pondasi pelat lajur sama dengan lebar bawah pondasi batu kali, yaitu 70 - 120 cm. Ini disebabkan fungsi pondasi pelat lajur adalah menggantikan pondasi batu belah bila batu belah sulit didapat, atau memang sudah ada rencana pengembangan rumah ke atas.

Kelebihan :

  • Pondasi ini lebih murah bila dihitung dari sisi biaya.
  • Galian tanah lebih sedikit karena hanya berada di titik yang terdapat kolom strukturnya.
  • Penggunaannya pada bangunan bertingkat lebih handal dibanding pondasi batu belah, baik sebagai penopang beban vertikal maupun gaya horizontal seperti gempa, angin, ledakan dan lain-lain

 Kekurangan :

  • Harus dipersiapkan bekisting atau cetakan terlebih dulu (Persiapan lebih lama).
  • Diperlukan waktu pengerjaan lebih lama (harus menunggu beton kering/ sesuai umur beton).
  • Tidak semua tukang bisa mengerjakannya.
  • Diperlukan pemahaman terhadap ilmu struktur.
  • Pekerjaan rangka besi dibuat dari awal dan harus selesai setelah dilakukan galian tanah. 

4. PONDASI SUMURAN

pondasi sumuran
Pondasi sumuran adalah jenis pondasi dalam yang dicor di tempat dengan menggunakan komponen beton dan batu belah sebagai pengisinya. Disebut pondasi sumuran karenapondasi ini dimulai dengan menggali tanah berdiameter  60 - 80 cm seperti menggali sumur. Kedalaman pondasi ini dapat mencapai 8 meter.
Pada bagian atas pondasi yang mendekati sloof, diberi pembesian untuk mengikat sloof.Pondasi jenis ini digunakan bila lokasi pembangunannya jauh sehingga tidak memungkinkan dilakukan transportasi untuk mengangkut tiang pancang.
Walaupun lokasi pembangunan memungkinkan, pondasi jenis ini jarang digunakan. Selain boros adukan beton, penyebab lainnya adalah sulit dilakukan pengontrolan hasil cor beton di tempat yang dalam.

Kelebihan :

  • Alternatif penggunaan pondasi dalam, jika material batu banyak dan bila tidak dimungkinkan pengangkutan tiang pancang.
  • Tidak diperlukan alat berat.
  • Biayanya lebih murah untuk tempat tertentu.

 Kekurangan :

  • Bagian dalam dari hasil pasangan pondasi tidak dapat di kontrol (Karena batu dan adukan dilempar/ dituang dari atas)
  • Pemakaian bahan boros.
  • Tidak tahan terhadap gaya horizontal (karena tidak ada tulangan).
  • Untuk tanah lumpur, pondasi ini sangat sulit digunakan karena susah dalam menggalinya.

5. PONDASI STRAUSS PILE ATAU BORED PILE

6. PONDASI TIANG PANCANG

Bekisting


Jenis-Jenis Bekisting

Bekisting adalah cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan, maka berikut ini adalah jenis-jenis bekisting.
  • Bekisting Konvensional (Bekisting Tradisional)
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa bekisting konvesional adalah bekisting yang menggunakan kayu ini dalam proses pengerjaannya dipasang dan dibongkar pada bagian struktur yang akan dikerjakan. Pembongkaran bekisting dilakukan dengan melepas bagian-bagian bekisting satu per satu setelah beton mencapai kekuatan yang cukup. Jadi bekisting tradisional ini pada umumnya hanya dipakai untuk satu kali pekerjaan, namun jika material kayu masih memungkinan untuk dipakai maka dapat digunakan kembali untuk bekisting pada elemen struktur yang lain.
  • Bekisting Knock Down
Dengan berbagai kekurangan metode bekisting konvensional tersebut maka direncanakanlah sistem bekisting knock down yang terbuat dari plat baja dan besi hollow. Untuk 1 unit bekisting knock down ini memang biayanya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan bekisting kayu, namun bekisting ini lebih awet dan tahan lama, sehingga dapat digunakan seterusnya sampai pekerjaan selesai, jadi jika ditotal sampai selesai pelaksanaan, bekisting knock down ini menjadi jauh lebih murah. Gambar 1.1. merupakan contoh dari bekisting knock down pada pekerjaan pile cap. Gambar 1.2. merupakan contoh dari bekisting knock down pada pekerjaan tie beam. Gambar 1.3. merupakan contoh dari bekisting knock down pada pekerjaan kolom. Gambar 1.4. merupakan contoh dari bekisting knock down pada pekerjaan balok.
Gambar 1.1 Bekisting knock down pada pekerjaan pile cap
Gambar 1.2 Bekisting knock down pada pekerjaan tie beam
Gambar 1.3 Bekisting knock down pada pekerjaan kolom
Gambar 1.4 Bekisting knock down pada pekerjaan balok
  • Bekisting Fiberglass
Material fiber untuk pengganti kayu pada bekisting merupakan ide brillian. Hal ini disebabkan karena fiber memiliki keunggulan yang lebih baik daripada kayu, disamping untuk kepentingan pelestarian lingkungan. Berikut ini adalah keunggulan bekisting fiber:
  1. Bebas kelembaban dan tidak mengalami perubahan dimensi atau bentuk;
  2. Pemasangan lebih mudah dan tanpa perlu  minyak bekisting;
  3. Mempercepat waktu pelaksanaan bekisting;
  4. Tidak berkarat;
  5. Tidak gampang rusak oleh air sehingga cocok untuk konstruksi bawah tanah dan lingkungan berair;
  6. Efisien secara biaya;
  7. Kualitas hasil yang lebih baik;
  8. Gampang dipasang dan dilepas sehingga mengurangi biaya upah;
  9. Daya tahan lama, dapat digunakan 40-70 kali. Ada produk yang dapat digunakan hingga 1000 kali;
  10. Tahan panas;
  11. Ringan, kuat dan kaku, bending modulus yang tinggi;
  12. Ketahanan permukaan yang baik, tahan terhadap benturan dan abrasi;
  13. Dapat dibor, dipaku, diketam, dan diproses seperti gergaji;
  14. Stabilitas yang tinggi terhadap sinar ultraviolet, tidak rapuh dan gampang retak, gampang untuk dibersihkan;
  15. Tidak membutuhkan syarat khusus dalam penyimpanan karena sifatnya yang tahan cuaca;
  16. Sampah sisa material bekisting fiber ini dapat diolah kembali seluruhnya dan sangat ramah lingkungan.
Terlihat bekisting fiber banyak keunggulan dibanding dengan bekisting kayu baik dari sisi mutu, biaya, dan waktu. Bagi Owner dan Perencana, bekisting fiber akan menurunkan biaya proyek. Sedangkan bagi kontraktor, bekisting fiber akan mempercepat pelaksanaan. Bagi pemerintah dan masyarakt luas, bekisting fiber akan mengurangi penggunaan kayu secara signifikan sehingga sangat membantu dalam pelestarian lingkungan.
Gambar Bekisting fiberglass

Cara menghitung koefisien analisa harga satuan bangunan

Cara menghitung koefisien analisa harga satuan bangunan

Koefisien analisa harga satuan adalah angka – angka jumlah kebutuhan bahan maupun tenaga yang diperlukan untuk mengerjakan suatu pekerjaan dalam satu satuan tertentu.
koefisien analisa harga satuan berfungsi sebagai pedoman awal perhitungan rencana anggaran biaya bangunan, kondisi tersebut membuat koefisien analisa harga satuan menjadi kunci menghitung dengan tepat perkiraan anggaran biaya bangunan.
Contoh koefisien analisa harga satuan bangunan
misalnya untuk 1 m2 pekerjaan plesteran dinding koefisien analisa harga satuanya adalah sebagai berikut: AnalisaƂ  untuk 1 m2 pekerjaan plesteran 1 pc : 4 ps adalah
koefisien analisa bahan
  • 0.2170 zak semen
  • 0.02830 m3 pasir pasang
koefisien analisa tenaga
  • 0.0125 hari mandor
  • 0.0200 hari kepala tukang
  • 0.2000 hari tukang batu
  • 0.2500 hari pekerja
angka – angka diatas merupakan koefisien analisa harga satuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan 1m2 pekerjaan plesteran membutuhkan 0.2170 zak semen, sehingga jika kita akan mengerjakan 100 m2 pekerjaan plesteran maka kita harus membeli atau menyediakan semen sebanyak 0.2170 x 100 = 21,70 zak.
begitu juga dengan kebutuhan tenaga sesuai koefisien analisa harga satuan diatas untuk menyelesaikan 1m2 pekerjaan plesteran diperlukan 0.20 hari tukang batu, maka untuk menyelesakan 100 m2 plesteran dibutuhkan 0.20 x 100 = 20 hari kerja untuk satu tukang, nah jika kita ingin menyelesaikan pekerjaan plesteran tersebut dalam waktu 5 hari maka diperlukan tukang batu sebanyak 20 hari : 5 = 4 tukang batu.
Cara mencari koefisien analisa harga satuan rencana anggaran biaya bangunan ?
untuk mencari koefisien analisa harga satuan di indonesia bisa dlakukan dengan berbagai macam cara, diantaranya adalah:
  • Melihat buku Analisa BOW
Koefisien analisa harga satuan BOW ini berasal dari penelitian zaman belanda dahulu, untuk sekarang ini sudah jarang digunakan karena adanya pembengkakan biaya pada koefisien tenaga.
  • Melihat Standar Nasional Indonesia ( SNI )
standar nasional ( SNI ) ini di keluarkan resmi oleh badan standarisasi nasional, dikeluarkan secara berkala sehigga SNI tahun terbaru merupakan revisi edisi SNI sebelumya. untuk memudahkan mengetahui edisi yang terbaru, SNI ini diberi nama sesuai tahun terbitnya misal : SNI 1998, SNI 2002 , SNI 2007.
  • Melihat standar perusahaan
pada perusahaan tertentu menerbitkan koefisien analisa harga satuan tersendiri sebagai pedoman kerja karyawan, koefisien analisa harga satuan perusahaan ini biasanya merupakan rahasia perusahaan.
  • pengamatan dan penelitian langsung dilapangan.
Cara ini cukup merepotkan dan membutuhkan cukup banyak waktu, tapi hasilnya akan mendekati ketepatan karena diambil langsung dari pengalama kita dilapangan, caranya dengan meneliti kebutuhan bahan, waktu dan tenaga pada suatu pekerjaan yang sedang dilaksanakan.
  • melihat standar Harga satuan
Harga satuan ini dikeluarkan per wilayah oleh pemerintah indonesia maupun standar perusahaan masing – masing, jika kita menggunakan harga satuan ini maka kita tidak memerlukan koefisien analisa harga satuan karena untuk menghitung rencana anggaran biaya kita hanya perlu mengalikan volume pekerjaan dengan harga satuan.
begitulah kurang lebih ara mencari koefisien analisa harga satuan, jika ada trik dan tips lain dalam mencari koefisien analisa harga satuan bisa dimasukan melalui form dibawah. :-)

Cara Pembayaran Borongan


Pemilik bangunan melakukan pembayaran secara proposional  :
  • Pembayaran uang muka (DP) sebesar 20% dari nilai proyek bangunan dilakukan setelah para pekerja kami sudah berada di lokasi proyek bangunan dan siap untuk memulai pekerjaan
  • Pembayaran Termin I sebesar 15% x nilai proyek bangunan – 15% x nilai DP dilakukan setelah progres pekerjaan bangunan di lapangan sudah mencapai 15%
  • Pembayaran Termin II sebesar 20% x nilai proyek bangunan – 20% nilai DP dilakukan setelah progres pekerjaan bangunan di lapangan sudah mencapai 35%
  • Pembayaran Termin III sebesar 20% x nilai proyek bangunan – 20% nilai DP dilakukan setelah progres pekerjaan bangunan di lapangan sudah mencapai 55%
  • Pembayaran Termin IV sebesar 20% x nilai proyek bangunan – 20% nilai DP dilakukan setelah progres pekerjaan bangunan di lapangan sudah mencapai 75%
  • Pembayaran Termin V sebesar  20% x nilai proyek bangunan – 20% nilai DP dilakukan setelah progres pekerjaan bangunan di lapangan sudah mencapai 100%
  • Pembayaran Retensi sebesar 5% x nilai proyek bangunan – 5% x nilai DP dilakukan 3 bulan setelah serah terima pekerjaan bangunan sebagai masa pemeliharaan bangunan.

Menghitung RAB

Cara Cepat Menghitung RAB

Sebelum memulai renovasi/membangun rumah/ruko/dll, harus dipersiapkan RAB /rencana anggaran biayanya. Dengan perencanaan yang matang maka bisa diharapkan waktu pengerjaan bisa tepat dan biayapun tidak meleset jauh.Sebetulnya, cara untuk menghitung biaya sangat mudah anda tinggal mengalikan volume pekerjaan dengan harga satuannya. Namun untuk anda yang tidak berlatar belakang arsitek/sipil ada kendala2 tersendiri.


Perencanaan struktur dan RAB

Perencanaan struktur dan RAB

Semakin pesatnya perkembangan dunia infrastruktur di tanah air membuat kita dituntut untuk menciptakan sumber daya manusia yang mendukung kemajuan dalam bidang ini. Dengan sumber daya manusia yang berkwalitas kita akan dapat memenuhi tuntutan ini dan siap menghadapi tantangan dalam dunia struktur dan segala macam permasalahannya, untuk itu diperlukan ilmu perencanaan struktur dan analisa RAB yang matang.


Download