Showing posts with label menghitung. Show all posts
Showing posts with label menghitung. Show all posts

RUMUS BANGUNAN, MENGHITUNG VOLUME BANGUNAN

BERIKUT RUMUS YANG JUGA DI PAKAI DALAM MENGHITUNG VOLUME BANGUNAN/ RAB

Rumus - Rumus Bangun Ruang

Selain memiliki volume, sebuah bangun ruang juga memiliki luas. Bangun ruang yang selama ini kita kenal misalnya: Kubus, Balok (terkadang disebut dengan prisma tegak), silinder, kerucut, prisma segitiga, dll. Rumus - rumus bangun ruang di bawah ini bisa membantu kita untuk mengenal lebih jelas tentang bangun ruang yang ada di sekitar kita.
RUMUS - RUMUS BANGUN RUANG:


RUMUS - RUMUS BANGUN RUANG:
 


Rumus bangun ruang. Bangun ruang. Rumus bangun ruang lengkap. Rumus rumus bangun ruang. Rumus volume bangun ruang lengkap dan gambarnya. Rumus bangun datar dan bangun ruang. Rumus bangun datar dan bangun ruang lengkap.
Rumus bangun ruang dan gambarnya. Pengertian bangun ruang. Rumus bangun datar. Gambar bangun ruang. Bangun ruang dan rumusnya. Rumus bangun ruang balok. Macam macam bangun ruang dan rumusnya.
Rumus matematika bangun datar. Rumus bangun ruang lengkap dan gambarnya. Rumus matematika bangun ruang. Rumus tabung. Gambar bangun ruang dan rumusnya. Kumpulan rumus bangun ruang. Rumus balok.
Macam bangun ruang dan rumusnya. Rumus rumus bangun ruang lengkap. Rumus dan gambar bangun ruang. Contoh bangun ruang. Macam macam bangun ruang. Bangun datar dan rumusnya. Rumus bangun ruang dan bangun datar.
Rumus bangun ruang beserta gambarnya. Bangun datar. Tabel rumus bangun ruang. Macam macam prisma dan rumusnya. Rumus bangun ruang lengkap dengan gambarnya. Rumus bangun datar lengkap dan gambarnya. Gambar macam macam bangun ruang.
Rumus luas bangun ruang. Rumus macam macam bangun ruang. Rumus ruang bangun. Kumpulan rumus rumus bangun ruang. Gambar bangun prisma. Kumpulan rumus bangun datar. Gambar gambar bangun ruang dan bangun datar beserta rumusnya.
Rumus bangun ruang prisma. Rumus segitiga balok kubus lingkaran. Rumus rumus bangun datar dan bangun ruang lengkap. Artikel bangun ruang. Bangun ruang beserta rumusnya. Bentuk bentuk bangun ruang. Rumus rumus bangun datar dan bangun ruang.
Gambar bangun ruang dan rumus nya. Rumus bangun ruang matematika. Bangun ruang dan bangun datar beserta rumusnya. Bangun datar dan bangun ruang beserta rumusnya. Kumpulan rumus bangun ruang matematika. Gambar dan rumus bangun ruang dan bangun datar. Rumus bangun ruang silinder.
Berbagai macam bangun ruang. Gambar bangun kerucut. Artikel rumus bangun ruang. Matematika bangun datar dan rumus. Rumus volume bangun ruang prisma segitiga. Bangun datar dan bangun ruang. Rumus rumus bangun ruang dan gambar.
Bangun ruang dan rumus rumusnya. Rumus/gambar prisma. Tabel rumus bangun datar. Macam macam bangun datar. Bidang ruang. Rumus dan volume bangun ruang. Gambar rumus bidang datar.
Gambar rumus bangun ruang. Gambar bangun datar dengan rumusnya. Macam gambar bangun ruang dan rumus. Bentuk prisma tegak segitiga. Bangun ruang dan rumusnya 10(tabel). Rumus2 bangun ruang. Rumus lengkap bangun ruang.
Gambar bangun datar. Rumus bangun datar dan ruang datar. Bangunan ruang dan rumusnya. Tabel rumusbangun ruang. Rumus volume bangun. R mus bangun datar & bangun ruang. Macam macam bangun datar dan bangun ruang.
Rumus bangun datar dan bangun ruang beserta gambarnya. Rumus dan gambar bangun datar (kerucut tabung). Rumus bangun ruang prisma segitiga. Rumus rumus bangun. Rumus volume bangun datar. Rumus dan gambar tabung. Luas bangun ruang.
Rumus bangun ruang dan bangun datar lengkap. Rumus matematika bangun ruang dan gambarnya. Gambar bangun ruang lengkap. Rumus bangunan. Gambar bangun ruang di matematika lengkap. Macam rumus matematika. Macam macam bentuk bangun ruang.
Gambar rumus matematika kerucut. Rumus rumus.

RAB SLOOF 15/20

Gambar sloof disamping, pertama-tama hitung total panjang sloof, misal didapat 85 meter, kemudian cari volume yaitu 0,2 m x 0,15 m x 85 m = 2,55 m3.
Untuk menghitung kebutuhan material sloof ada 3 item pekerjaan yaitu : Material beton, material besi, material begesting.

a. Beton campuran dg mutu K 150
Untuk mutu beton ada beberapa macam mulai dari B0,K100,K 125,K 150,K175,K 225,K 300.
Disini penulis menggunakan mutu beton K 150, krn untuk pembuatan beton dengan cara manual lebih mudah mencapai K 150, sedangkan untuk mutu diatasnya harus dengan pengawasan yg teliti.
Kebutuhan Material :
1. semen = 2,55 m3 x 299 kg = 762,45 kg ( pc 40 kg = 19,06 zak).
2. Pasir = 2,55 m3 x 799 kg = 2.037,45 kg (Bj =1,6) = 1,3 m3
3. Krikil = 2,55 m3 x 1.017 kg = 2.593,35 kg (Bj = 1,9)= 1,4 m3


Kebutuhan Tenaga :
1. Pekerja = 2,55 m3 x 1,65 = 4,21 OH
2. Tukang = 2,55 m3 x 0,275= 0,7 OH
3. Kep.Tukang = 2,55 m3 x 0,03 = 0,08 OH
4. Mandor = 2,55 m3 x 0,083 = 0,212 OH

b. Pembesian (perhitungan dg besi polos)
KebutuhanMaterial :
1. Tulangan pokok 4 d 10.
Pajang total sloof 85 meter
Besi beton yang diperlukan 4 bh x 85 meter = 340 meter /12 meter (panjang 1 batang besi beton standar 12 meter) = 28,33batang atau 28,33 batang x 7,4 kg = 209,7 kg.
2. Tulangan begel/pembagi d 8 – 15
Panjang Total sloof 85 meter
Jumlah begel yg diperlukan 85/0,15 = 566,7 =567 bh.
Panjang 1 bh besi begel = {(2x15)+(2x20)}-{(2x2)+(2x2)}+5cm = 67 cm.
Angka 15 cm adalah lebar sloof atas bawah, 20 cm tinggi sloof kiri kanan , 2 cm selimut beton atas bawah kiri kanan, 5 cm pembengkokan ujung.
Total kebutuhan panjang besi untuk begel = 567 bh x 0,67 m = 379,9=380 meter/12 = 32 batang x 4,74 kg = 151,7 = 152 kg.
Total kebutuhan besi beton untuk membuat sloof sepanjang 85 meter = 209,7 kg + 152 kg = 361,7 kg Kebutuhan kawat bindrat 10% dari berat besi beton = 3,61 kg = 4 kg.
Kebutuhan Tenaga :
1. Pekerja = 361,7 kg x 0,007 = 2,5 OH.
2. Tukang = 361,7 kg x 0,0007 = 0,25 OH
3. Kep.Tukang = 361,7 kg x 0,00007 = 0,025OH
4. Mandor = 361,7 kg x 0,0004 = 0,145 OH

c. Begesting.
Kebutuhan Material :
Luas begesting = (85 m x 0,2 m)x 2 = 34 m2
Kebutuhan Material :
1. Papan 2/20x3m = 34 x 1,7 lbr = 57,8 lbr
2. Paku 2”-5” = 34 x 0,3 kg = 10,2 kg
Untuk material papan dari kebutuhan 57,8 lbr, tidak harus dipenuhi semua cukup 50% dari kebutuhan total, karna pengerjaan sloof biasanya tidak dikerjakan serentak, sehingga papan yg sudah dipakai dapat digunakan kembali.
Kebutuhan Tenaga :
1. Pekerja = 34 m2 x 0,52 OH = 17,68 OH
2. Tukang = 34 m2 x 0,26 OH = 8,84 OH
3. Kep.Tukang = 34 m2 x 0,026 OH = 0,884OH
4. Mandor = 34 m2 x 0,026 OH = 0,884OH

Total kebutuhan untuk membuat sloof sepanjang 85 meter :
Material :
1. PC (semen 40 kg/zak) = 19 zak .
2. Pasir = 2.037,45 kg (1,3 m3)
3. Split (koral/krikil) = 2.593,25 kg (1,4 m3)
4. Besi beton d 10 mm = 28,33 btg/ 29 batang
5. Besi Beton d 8mm = 32 batang
6. Bindrat = 4,3 kg
7. Papan 2/30x3m = 57,8 lbr
8. Paku = 10,2 kg
Upah :
1. Pekerja = 24,39 OH
2. Tukang = 9,79 OH
3. Kep.Tukang = 0,989 OH
4. Mandor = 1,2 OH
Maka untuk setiap 1 m sloof dengan dimensi dan penulangan seperti gambar diatas kebutuhan Material dan upah adalah :
1. PC (semen 40 kg/zak) = 0,224 zak .
2. Pasir = 0,02 m3
3. Split (koral/krikil) = 0,02 m3
4. Besi beton d 10 mm = 0,333 batang
5. Besi Beton d 8mm = 0,377 batang
6. Bindrat = 0,051 kg
7. Papan 2/30x3m = 0,68 lbr
8. Paku = 0,12 kg
Upah :
1. Pekerja = 0,29 OH
2. Tukang = 0,94 OH
3. Kep.Tukang = 0,0116 OH
4. Mandor = 0,0141 OH
Bila pembaca akan membuat sloof dengan ukuran seperti gambar diatas, hitung pajang total sloof,kemudian kalikan kebutuhan material atau upah setiap 1 meter sloof.
Tetapi untuk kebutuhan material alam biasanya lebih dari perhitungan sampai dengan 75% karna pengaruh pada pengukuran dibak truck, sehingga untuk pasir dari kebutuhan 0,02 m3 menjadi 0,035 m3, sedangkan untuk split mencapai 25% maka kebutuhan split 0,02 m3 = 0,025 m3.
Saran untuk membeli material alam sebaiknya pendatangan tdk sekaligus, usahakan bertahap, karna bila terlalu banyak material dapat mempersulit gerak pekerja,dan akan banyak yg tercecer. 
http://www.struktur-rumah.com
Mandor, Tukang, Pemborong, Bangunan, Proyek, KONTRAKTOR, PELAKSANA, PROFESIONAL MUDA, DI, SURAKARTA, SOLO, SRAGEN, KARANGANYAR, BOYOLALI, SALATIGA, YOGYAKARTA, JOGYA, Klaten, SEMARANG, KAMI BERGERAK DALAM PEGADAAN BARANG dan JASA : PAGAR PANEL BETON, GYPSUM, RANGKA ATAP BAJA RINGAN, PAVING, WATERPROOFING, WALLPAPER DINDING, Urug Tanah. JASA : TUKANG, MANDOR, PEMBORONG, BANGUNAN, PROYEK, PROFESIONAL., AHLI, KERJASAMA YANG BAIK DAN TANGUNG JAWAB = Hasil yang Terbaik

Menghitung Anggaran Biaya Rumah

Menghitung Anggaran Biaya Rumah
Menghitung anggaran biaya rumah biasanya dilakukan dalam kegiatan perencanaan berdasarkan gambar kerja, sehingga dengan hasil perhitungan tersebut dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan pembangunan. Berikut ini contoh sebuah rencana anggaran biaya sebuah rumah
RENCANA ANGGARAN BIAYA












Project:


Dihitung oleh:



Pembangunan Rumah tinggal


Estimator



Pemilik rumah







Alamat Rumah


http://mandorayub.blogspot.com









NOJENIS PEKERJAANVOLUMEHARGA BAHANHARGA TENAGATOTAL HARGA









APEKERJAAN PERSIAPAN







Pembersihan lahan120m2
Rp          1,140,000.00Rp            1,140,000.00



Penyiapan listrik kerja, air & perlengkapan1ls
Rp          2,500,000.00Rp            2,500,000.00



Demobilisasi alat & bahan1ls
Rp          2,000,000.00Rp            2,000,000.00



Pemasangan Bow plank103.5m1Rp      3,001,500.00Rp          1,552,500.00Rp            4,554,000.00








Rp          10,194,000.00
BPEKERJAAN STRUKTUR





I
Lantai Basement







Pekerjaan tanah







Pekerjaan galian tanah68.31m3
Rp          1,092,960.00Rp            1,092,960.00



Pekerjaan urugan tanah kembali40.365m3
Rp              310,003.20Rp                310,003.20



Pekerjaan pondasi







Pondasi foot plat30bhRp    11,356,200.00Rp          4,470,000.00Rp          15,826,200.00



Pasangan batu kali 1pc:4ps27.945m3Rp    11,493,499.05Rp          2,800,089.00Rp          14,293,588.05



Pekerjaan beton bertulang







Pekerjaan sloof 20×20 cm6.2m3Rp    10,549,300.00Rp          1,773,200.00Rp          12,322,500.00



Pekerjaan kolom 20×20 cm4.2m3Rp      7,146,300.00Rp          1,201,200.00Rp            8,347,500.00



Pekerjaan kolom 20×20  cm4.14m3Rp      7,044,210.00Rp          1,184,040.00Rp            8,228,250.00








Rp          60,421,001.25

II
Lantai 1







Pekerjaan balok 20×20 cm8.6m3Rp    14,632,900.00Rp          2,459,600.00Rp          17,092,500.00



Pekerjaan plat lantai t: 12 cm121.5m2Rp    33,826,815.00Rp        16,281,000.00Rp          50,107,815.00



Pekerjaan kolom 20×20 cm6m3Rp    10,209,000.00Rp          1,716,000.00Rp          11,925,000.00








Rp          79,125,315.00

III
Lantai 2







Pekerjaan balok8.6m3Rp    14,632,900.00Rp          2,459,600.00Rp          17,092,500.00



Pekerjaan plat lantai tebal 12cm121.5m3Rp    33,826,815.00Rp        16,281,000.00Rp          50,107,815.00



Pekerjaan kolom 20×20 cm6m3Rp    10,209,000.00Rp          1,716,000.00Rp          11,925,000.00








Rp          79,125,315.00

IV
Tangga







Tangga teras depan1unitRp    11,500,000.00Rp          2,500,000.00Rp          14,000,000.00



Tangga utama1unitRp    22,500,000.00Rp          6,500,000.00Rp          29,000,000.00








Rp          43,000,000.00

V
Kolam Renang







Pekerjaan balok 20×25 cm6.5m3Rp    11,059,750.00Rp          1,859,000.00Rp          12,918,750.00



Pekerjaan plat lantai tebal 20cm20m2Rp      9,299,000.00Rp          2,940,000.00Rp          12,239,000.00








Rp          25,157,750.00

VI
Atap







Pekerjaan rangka atap199m2Rp    23,880,000.00Rp        11,940,000.00Rp          35,820,000.00



Pekerjaan atap genteng199m2Rp    21,890,000.00Rp          9,950,000.00Rp          31,840,000.00








Rp          67,660,000.00
CPEKERJAAN ARSITEKTUR





I
Lantai Basement







Pasangan dinding bata 1pc:4ps210m2Rp    12,362,700.00Rp          4,095,000.00Rp          16,457,700.00



Pekerjaan plesteran420m2Rp      4,237,800.00Rp          3,824,100.00Rp            8,061,900.00



Pekerjaan acian420m2Rp      1,260,000.00Rp              630,000.00Rp            1,890,000.00



Pekerjaan plafond gypsum80.25m2Rp      8,426,250.00Rp          2,006,250.00Rp          10,432,500.00



Pekerjaan list plafond135m2Rp      7,425,000.00Rp          3,375,000.00Rp          10,800,000.00



Pekerjaan lantai







*-lantai ruang serbaguna27.5m2Rp      2,200,000.00Rp              825,000.00Rp            3,025,000.00



*-lantai gudang dan toilet10m2Rp          800,000.00Rp              300,000.00Rp            1,100,000.00



*-lantai garasi27.5m2Rp      2,200,000.00Rp              825,000.00Rp            3,025,000.00



Pekerjaan pintu







*-pintu R. serba guna1bhRp          750,000.00Rp              140,000.00Rp                890,000.00



*-pintu gudang1bhRp          750,000.00Rp              140,000.00Rp                890,000.00



*-pintu toilet1m2Rp          750,000.00Rp              140,000.00Rp                890,000.00



Pekerjaan lantai car port22.5m2Rp      1,800,000.00Rp              675,000.00Rp            2,475,000.00



Pekerjaan kanstin4m1Rp            80,000.00Rp                60,000.00Rp                140,000.00



pekerjaan dinding keramik toilet19.95m2Rp          399,000.00Rp              299,250.00Rp                698,250.00



Pengecatan plafond97.5m2Rp      2,437,500.00Rp              487,500.00Rp            2,925,000.00



Pengecatan dinding420m2Rp    10,500,000.00Rp          4,200,000.00Rp          14,700,000.00








Rp          78,400,350.00

II
Lantai 1







Pasangan dinding bata 1pc:4ps320.63m2Rp            58,870.00Rp                19,500.00Rp                  78,370.00



Pekerjaan plesteran641.25m2Rp      6,470,212.50Rp          5,838,581.25Rp          12,308,793.75



Pekerjaan acian641.25m2Rp      1,923,750.00Rp              961,875.00Rp            2,885,625.00



Pekerjaan plafond gypsum144m2Rp    15,120,000.00Rp          3,600,000.00Rp          18,720,000.00



Pekerjaan lis plafond265m1Rp    14,575,000.00Rp          6,625,000.00Rp          21,200,000.00



Pekerjaan lantai ruang144m2Rp    11,520,000.00Rp          4,320,000.00Rp          15,840,000.00



Pekerjaan lantai toilet3.75m2Rp          300,000.00Rp              112,500.00Rp                412,500.00



pekerjaan dinding keramik toilet25.65m2Rp      2,052,000.00Rp              769,500.00Rp            2,821,500.00



pekerjaan pintu







*-Pintu utama ruang tamu1bhRp      3,000,000.00Rp              150,000.00Rp            3,150,000.00



*-pintu belakang teras1bhRp      2,000,000.00Rp              150,000.00Rp            2,150,000.00



*-Pintu teras depan1bhRp      2,500,000.00Rp              150,000.00Rp            2,650,000.00



*-Pintu Ruang tidur1bhRp      1,000,000.00Rp              140,000.00Rp            1,140,000.00



*-Pintu toilet1bhRp      1,000,000.00Rp              140,000.00Rp            1,140,000.00



Pekerjaan Jendela







*-Jendela depan1bhRp      1,200,000.00Rp              140,000.00Rp            1,340,000.00



*-Jendela double1bhRp      1,200,000.00Rp              140,000.00Rp            1,340,000.00



Pengecatan plafond144m2Rp      3,600,000.00Rp              720,000.00Rp            4,320,000.00



Pengecatan dinding641.25m2Rp    16,031,250.00Rp          6,412,500.00Rp          22,443,750.00








Rp       113,940,538.75

III
Lantai 2







Pasangan dinding bata 1pc:4ps320.63m2Rp    18,875,193.75Rp          6,252,187.50Rp          25,127,381.25



Pekerjaan plesteran641.25m2Rp      6,470,212.50Rp          5,838,581.25Rp          12,308,793.75



Pekerjaan acian641.25m2Rp      1,923,750.00Rp              961,875.00Rp            2,885,625.00



Pekerjaan plafond gypsum144m2Rp    15,120,000.00Rp          3,600,000.00Rp          18,720,000.00



Pekerjaan lis plafond265m1Rp    14,575,000.00Rp          6,625,000.00Rp          21,200,000.00



Pekerjaan lantai ruang144m2Rp    11,520,000.00Rp          4,320,000.00Rp          15,840,000.00



Pekerjaan lantai toilet3.75m2Rp          300,000.00Rp              112,500.00Rp                412,500.00



pekerjaan dinding keramik toilet25.65m2Rp      2,052,000.00Rp              769,500.00Rp            2,821,500.00



pekerjaan pintu







*-Pintu utama ruang tamu1bhRp      3,000,000.00Rp              150,000.00Rp            3,150,000.00



*-pintu belakang teras1bhRp      2,000,000.00Rp              150,000.00Rp            2,150,000.00



*-Pintu teras depan1bhRp      2,500,000.00Rp              150,000.00Rp            2,650,000.00



*-Pintu Ruang tidur2bhRp      2,000,000.00Rp              280,000.00Rp            2,280,000.00



*-Pintu toilet1bhRp      1,000,000.00Rp              140,000.00Rp            1,140,000.00



Pekerjaan Jendela







*-Jendela depan1bhRp      1,200,000.00Rp              140,000.00Rp            1,340,000.00



*-Jendela double3bhRp      3,600,000.00Rp              420,000.00Rp            4,020,000.00



*-jendela sudut depan1bhRp      2,000,000.00Rp              140,000.00Rp            2,140,000.00



*-jendela 31bhRp      1,500,000.00Rp              140,000.00Rp            1,640,000.00



Pekerjaan pengecatan plafond126m2Rp      3,150,000.00Rp              630,000.00Rp            3,780,000.00



Pekerjaan pengecatan dinding405m2Rp    10,125,000.00Rp          4,050,000.00Rp          14,175,000.00








Rp       137,780,800.00

IV
Tangga







Tangga teras depan







Lantai keramik11m2Rp          880,000.00Rp              330,000.00Rp         1,210,000.00



Ralling tangga5m1Rp      2,500,000.00Rp                50,000.00Rp            2,550,000.00



Tangga utama







Lantai keramik22m2Rp      1,760,000.00Rp              660,000.00Rp            2,420,000.00



Ralling Tangga14m1Rp      7,000,000.00Rp              140,000.00Rp            7,140,000.00








Rp          13,320,000.00

V
finish Kolam Renang







Pekerjaan lantai keramik35m2Rp      2,800,000.00Rp          1,050,000.00Rp            3,850,000.00



Pekerjaan gutter15m1Rp      2,250,000.00Rp              450,000.00Rp            2,700,000.00








Rp            6,550,000.00

VI
Atap







Pekerjaan kerpus45m1Rp      2,250,000.00Rp          1,125,000.00Rp            3,375,000.00



Pekerjaan lis plank60m1Rp      1,800,000.00Rp          1,800,000.00Rp            3,600,000.00








Rp            6,975,000.00
DPEKERJAAN LANDSCAPE







Pekerjaan kanstin12m1Rp          660,000.00Rp              264,000.00Rp                924,000.00



tanaman rumput25m2Rp          250,000.00Rp              125,000.00Rp                375,000.00



tanaman hias20bhRp      2,000,000.00Rp              300,000.00Rp            2,300,000.00



Kolam taman1unitRp      3,500,000.00
Rp            3,500,000.00



Pekerjaan septictank dan resapan1unitRp      6,500,000.00
Rp            6,500,000.00








Rp          13,599,000.00
EPEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL DAN SANITAIR







Lampu down light40bhRp    20,000,000.00Rp              120,000.00Rp          20,120,000.00



Lampu TL5bhRp          750,000.00Rp                25,000.00Rp                775,000.00



Kabel756m1Rp      6,048,000.00Rp        11,340,000.00Rp          17,388,000.00



Pipa pvc 1/2 “115btgRp      3,450,000.00Rp              345,000.00Rp            3,795,000.00



Pipa pvc 3″55btgRp      1,650,000.00Rp              220,000.00Rp            1,870,000.00



Floor drain8bhRp      1,200,000.00Rp                80,000.00Rp            1,280,000.00



Kran8bhRp          600,000.00Rp                80,000.00Rp                680,000.00



Closet dan perlengkapan3bhRp      2,250,000.00Rp                75,000.00Rp            2,325,000.00



Wastafel2bhRp      1,000,000.00Rp                20,000.00Rp            1,020,000.00



Perlengkapan wastafel2bhRp          800,000.00Rp                20,000.00Rp                820,000.00



Kitchen sink1bhRp          300,000.00Rp                30,000.00Rp                330,000.00



Kran kitchen sink1bhRp          150,000.00Rp                   5,000.00Rp                155,000.00








Rp          50,558,000.00
Dari rincian rencana anggaran biaya tersebut kemudian dibuat rekapitulasi yang bisa dilihat disini
*harga masing-masing item pekerjaan hanya sebagai ilustrasi perhitungan rencana anggaran biaya rumah


Mandor, Tukang, Pemborong, Bangunan, KONTRAKTOR PELAKSANA, PROFESIONAL MUDA, DI, SURAKARTA, SOLO, SRAGEN, KARANGANYAR, BOYOLALI, SALATIGA, YOGYAKARTA, JOGYA, Klaten, SEMARANG, KAMI BERGERAK DALAM PEGADAAN BARANG & JASA : PAGAR PANEL BETON, GYPSUM, RANGKA ATAP BAJA RINGAN, PAVING, WATERPROOFING, WALLPAPER DINDING, JASA TUKANG/MANDOR/PEMBORONG BANGUNAN, PROFESIONAL.. ANDA UNTUNG, KAMI UNTUNG KERJASAMA YANG BAIK DAN TANGUNG JAWAB

Cara menghitung RAB rencana anggaran biaya bangunan

 Cara menghitung RAB rencana anggaran biaya bangunan
RAB ( Rencana Anggaran Biaya Bangunan ) adalah perhitungan perkiraan harga yang dibutuhkan untuk membangun bangunan dari segi kebutuhan bahan bangunan dan tenaga kerja bahan bangunan.

Data Perhitungan RAB
Untuk dapat menghitung RAB maka diperlukan berbagai data yang digunakan untuk menghitung rencana anggaran biaya bangunan, data-data tersebut digunakan sebagai pedoman untuk menetapkan besarnya harga setiap item pekerjaan bangunan, berikut ini data-data yang diperlukan
  1. Gambar bangunan yang berisi informasi bentuk bangunan, ukuran-ukuran detail bangunan, serta material yang digunakan dalam setiap detail bangunan.
  2. Rencana kerja san syarat-syarat ( RKS ) adalah sebuah daftar spesifikasi item pekerjaan dan material yang digunakan.
  3. Waktu pelaksanaan pembangunan, perbedaan waktu pelaksanaan pekerjaan pembangunan tentu dapat menghasilkan perbedaan biaya bangunan baik secara harga maupun perbedaan nilai uang yang digunakan.
  4. Harga bahan bangunan, berisi daftar harga material yang digunakan pada bangunan sesuai dengan daerah dimana bangunan tersebut dibangun.,
  5. Harga upah tenaga kerja bangunan
  6. Analisa harga satuan pekerjaan atau standar harga pekerjaan

Cara menghitung RAB
Perhitungan rencana anggaram biaya bangunan dilakukan dengan urutan sebagai berikut
  1. Mengumpulkan dan melihat data-data yang digunakan untuk menghitung RAB
  2. Menghitung volume masing-masing item pekerjaan dengan satuan sesuai dengan satuan dalam perhitungan RAB
  3. Menghitung harga satuan pekerjaan, misalnya harga pekerjaan pondasi per m3, harga pemasangan keramik lantai per m3, dll.
  4. Mengalikan volume pekerjaan dengan harga satuan pekerjaan pada setiap detail item pekerjaan bangunan.
  5. Setelah semua item pekerjaan bangunan dihitung harga masing-masing kemudian di buat rekapitulasi total harga seluruh pekerjaan menjadi satu kesatuan rencana anggaran biaya bangunan yang dibutuhkan.
  6.  Hasil perhitungan tersebut kemudian ditambahkan dengan nilai pajak atau harga keuntungan yang diberikan kepada kontraktor.
Demikian uraian tentang cara menghitung RAB rencana anggaran biaya bangunan, ketelitian dan kesabaran dalam menghitung diperlukan sehingga didapatkan hasil perhitungan yang benar dan dapat digunakan sebagai acuan dalam melaksanaan pekerjaan pembangunan bangunan.

Mandor, Tukang, Pemborong, Bangunan, KONTRAKTOR PELAKSANA, PROFESIONAL MUDA, DI, SURAKARTA, SOLO, SRAGEN, KARANGANYAR, BOYOLALI, SALATIGA, YOGYAKARTA, JOGYA, Klaten, SEMARANG, KAMI BERGERAK DALAM PEGADAAN BARANG & JASA : PAGAR PANEL BETON, GYPSUM, RANGKA ATAP BAJA RINGAN, PAVING, WATERPROOFING, WALLPAPER DINDING, JASA TUKANG/MANDOR/PEMBORONG BANGUNAN, PROFESIONAL.. ANDA UNTUNG, KAMI UNTUNG KERJASAMA YANG BAIK DAN TANGUNG JAWAB

Menghitung biaya bangun rumah per meter persegi

Menghitung biaya bangun rumah per meter persegi

 


Sebelum membangun rumah terlebih dahulu kita bertanya berapakah perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah tersebut, dengan mengetahui perkiraan harga rumah maka dapat disiapkan biaya sebelum memulai pembangunan serta sesuai kebutuhan, rencana anggaran biaya ini juga diperlukan untuk membuat kontrak kerja konstruksi jika rumah dikerjakan dengan sistem borongan.
Lalu bagaimanakah cara menghitung biaya bangun rumah per meter persegi ? Berikut ini uraian tentang bagaimana menghitung biaya membangun rumah yang kita rencanakan dengan menggunakan sistem meter persegi bangunan.

Cara menghitung biaya membangun rumah per meter
Biaya membangun rumah dapat dihitung berdasarkan harga per m2 lantai bangunan, cara ini merupakan cara cepat menghitung biaya bangun rumah namun mempunyai tingkat ketelitian yang belum dapat dipastikan sesuai dengan harga pekerjaan sebenarnya.
Harga bangunan per m2 bervariasi sesuai lokasi pembangunan dan kualitas bangunan yang akan dibangun, untuk rumah tinggal berkisar antara Rp.1.000.000,00 sampai dengan Rp.3.500.000,00.
Misalnya kita akan membangun rumah sederhana 1 lantai dengan ukuran 6 m x 10 m pada tanah persegi panjang dengan ukuran 6 m x 15 m, rumah ini dibangun pada suatu daerah dengan data ini maka kita dapat menghitung perkiraan biaya bangunan yang dibutuhkan untuk membangun rumah tersebut.

Luas rumah = 6m x 10m = 60 m2.
Harga bangunan per m2 = Rp.2.000.000,00.
Rencana anggaran biaya rumah = Luas rumah x harga bangunan = 60 m2  x  Rp.2.000.000,00 = Rp.120.000.000,00

Dari perhitungan biaya rumah diatas dapat kita perkirakan bahwa untuk membangun rumah dengan ukuran 6m x 10m ini membutuhkan biaya sekitar Rp.120.000.000,00. Untuk ukuran bangunan yang lain dapat disesuaikan dengan luasan bangunan dan harga per meter persegi bangunan sesuai dengan spesifikasi bangunan dan daerah dimana lokasi pembangunan dilakukan.

Selain cara menghitung biaya bangun rumah atau rencana anggaran biaya bangunan per meter persegi terdapat cara lain yang lebih teliti namun juga diperlukan kesabaran dan ketilitian sehingga didapatkan hasil perhitungan yang mendekati kebenaran misalnya dengan menggunakan analisa harga satuan pekerjaan atau volume pekerjaan dikalikan harga satuan, dari masing-masing harga per item pekerjaan tersebut kemudian direkap kedalam total rencana anggaran biaya untuk satu rumah secara utuh, untuk cara menghitung biaya bangun rumah dengan menggunakan analisa harga satuan ini dapat dilihat pada artikel tentang rencana anggaran biaya bangunan.


Mandor, Tukang, Pemborong, Bangunan, KONTRAKTOR PELAKSANA, PROFESIONAL MUDA, DI, SURAKARTA, SOLO, SRAGEN, KARANGANYAR, BOYOLALI, SALATIGA, YOGYAKARTA, JOGYA, Klaten, SEMARANG, KAMI BERGERAK DALAM PEGADAAN BARANG & JASA : PAGAR PANEL BETON, GYPSUM, RANGKA ATAP BAJA RINGAN, PAVING, WATERPROOFING, WALLPAPER DINDING, JASA TUKANG/MANDOR/PEMBORONG BANGUNAN, PROFESIONAL.. ANDA UNTUNG, KAMI UNTUNG KERJASAMA YANG BAIK DAN TANGUNG JAWAB

Menghitung Keuntungan Borongan

Menghitung Keuntungan Borongan
Menghitung keuntungan borongan
“ Keuntungan borongan harus dapat diterima oleh berbagai pihak yang berhubungan dengan proses pelaksanaan konstruksi “
Dalam peraturan pemerintah Indonesia besarnya keuntungan borongan ditetapkan sebesar 10% dari harga pelaksanaan proyek, namun dalam pelaksanaannya ada kemungkinan terjadi benturan kepentingan dari pihak-pihak yang terkait pekerjaan sehingga prosentasi keuntungan borongan dapat berubah. Berikut ini Keuntungan borongan dari berbagai sudut pandang
Owner / pemilik proyek
Bagi pemilik proyek tentunya keuntungan borongan diupayakan sekecil mungkin agar dibutuhkan biaya konstruksi yang murah dan efisisen, namun diperlukan tenggang rasa agar tetap dapat memberi keuntungan bagi pihak pemborong sehingga pekerjaan dapat berlangsung dengan kualitas yang baik sesuai dengan perencanaan sebelumnya. Biaya yang terlalu murah dibawah standar dapat mengakibatkan pemborong secara sadar ataupun terpaksa melakukan pengurangan kualitas pekerjaan untuk menghindari kerugian.
Kontraktor / pemborong
Bagi kontraktor atau pemborong  tentunya keuntungan borongan diupayakan sebesar mungkin, tetapi pemborong yang professional dapat menentukan besarnya keuntungan yang baik sehingga pekerjaan dapat dikerjakan dengan kualitas maksimal dan tetap menjaga hubungan baik dengan penilik proyek karena keuntungan yang terlalu besar dapat membuat owner atau pemilik proyek merasa dirugikan dan hal ini dapat membuat owner berpindah ke lain hati untuk memutuskan memilih pemborong yang lebih murah.
Pekerja proyek / karyawan proyek
Pengaruh keuntungan borongan bagi   karyawan proyek ( misalnya karyawan kontraktor, konsultan pengawas, konsultan perencana, tukang bangunan) sangat tergantung dari kebijakan dimana karyawan tersebut bernaung.

Contoh perhitungan keuntungan borongan upah
Pekerjaan pasangan batu bata dikerjakan oleh satu tukang dibantu dua pekerja. Harga borongan upah per m2 Rp.12.000,00 upah harian tukang Rp.60.000,00 dan pekerja Rp.40.000,00
Produktifitas tenaga kerja dapat dihitung dengan pendekatan sebagai berikut:
Upah perhari ( 1 tukang + 2 pekerja ) = Rp.140.000,00
Borongan per m2 Rp.13.000,00 , produktifitas tenaga 12 m3/hari
Total upah borongan per hari
12 m3 x Rp.13.000,00 = Rp.156.000,00 perhari
Keuntungan borongan perhari  adalah upah tukang dikurangi harga produksi borongan = Rp.156.000,00 – Rp.140.000,00 = Rp.16.000,00 perhari
Untuk proyek dengan sekala besar perhitungan keuntungan borongan dihitung secara total yang biasanya sebesar Rencana anggaran biaya pekerjaan – rencana anggaran pelaksanaan ( RAB – RAPK )

Mandor, Tukang, Pemborong, Bangunan, KONTRAKTOR PELAKSANA, PROFESIONAL MUDA, DI, SURAKARTA, SOLO, SRAGEN, KARANGANYAR, BOYOLALI, SALATIGA, YOGYAKARTA, JOGYA, Klaten, SEMARANG, KAMI BERGERAK DALAM PEGADAAN BARANG & JASA : PAGAR PANEL BETON, GYPSUM, RANGKA ATAP BAJA RINGAN, PAVING, WATERPROOFING, WALLPAPER DINDING, JASA TUKANG/MANDOR/PEMBORONG BANGUNAN, PROFESIONAL.. ANDA UNTUNG, KAMI UNTUNG KERJASAMA YANG BAIK DAN TANGUNG JAWAB

Menghitung Harga Borongan Upah Tukang Bangunan

Menghitung Harga Borongan Upah Tukang Bangunan

menghitung harga borongan upah tukang bangunan dapat didasarkan beberapa hal yang apabila dilihat dari sisi seorang tukang adalah bagaimana harga tersebut dapat memberikan keuntungan dari sisa waktu kerja dan apabila dilihat dari pemilik bangunan adalah bagaimana harga borongan yang disepakati dengan tukang bangunan dengan nilai yang lebih murah apabila dikerjakan secara harian atau bisa jadi seorang pemilik rumah tidak mempunyai banyak waktu untuk mengawasi proses pekerjaan tukang bangunan serta kurangnya kepercayaan sehingga apabila dikerjakan sistem tukang harian dikhawatirkan akan bekerja kurang maksimal. lalu bagaimana cara menghitung harga borong upah pekerjaan bangunan.

Dalam sebuah comment salah satu artikel ilmusipil.com yang berjudul cara menghitung volume material pasangan bata yang bisa dilihat disini
ada yang menanyakan sebagai berikut  
PAK MANDOR : mas aq tukang batu.untuk harga borongan tenaga pasang bata ringan 30X60 +ngecor kolom praktis sama ring balok+plaster aci itu berapa? luasnya 20X3m..
sebuah pertanyaan singkat namun diperlukan perhitungan yang panjang untuk memberikan jawaban :-) . dalam menghitung harga borongan upah yang langsung berhubungan antara pemilik rumah dan tukang bangunan sebaiknya didasarkan pada perkiraan kemampuan pribadi tukang dalam melaksanakan suatau pekerjaan tersebut, misalnya dengan keahlian dan ketrampilan yang sudah ada serta berapa jumlah teman yang diajak untuk mengerjakan borongan tersebut yang sebelumnya dilihat-lihat bagaimana kemampuan teman tukang bangunan yang akan diajak maka dapat diperkirakan waktu pelaksanaanya. meskipun jika mau dihitung secara detail bisa menggunakan analisa harga satuan bangunan untuk menentukan harga borongan namun nilai-nilai tersebut merupakan rata-rata hasil penelitian yang akan lebih tepat apabila dihitung berdasarkan pengalaman dan kemampuan pribadi :-)

Jadi intinya harga borongan upah adalah kemampuan tukang dalam melaksanakan sebuah pekerjaan ditambahkan dengan keuntungan borongan yang diharapkan, atau dapat dibuatkan sebuah rumus sederhana untuk menghitung borongan upah sebagai berikut
Harga upah borong = ( Waktu hari pelaksanaan x upah harian ) + Keuntungan yang diharapkan

Meskipun seorang tukang bangunan hanya bermodal tenaga namun sebaiknya tetap memperhitungkan kemampuan pribadi dalam melaksanakan borongan pekerjaan dengan mempertimbangkan segi kesehatan tubuh sehingga dapat melaksanakan pekerjaan harian atau borongan bangunan selanjutnya, dengan begini maka keuntungan borongan tidak hanya sekedar materi namun terdapat nilai-nilai ibadah serta keberkahan hasil kerja yang dapat membuat ketenangan serta kebahagiaan hidup. selamat bekerja bagi seluruh tukang bangunan dimanapun berada, selalu semangat dalam membangun setiap bata untuk mewujudkan rumah yang indah :-)


Mandor, Tukang, Pemborong, Bangunan, KONTRAKTOR PELAKSANA, PROFESIONAL MUDA, DI, SURAKARTA, SOLO, SRAGEN, KARANGANYAR, BOYOLALI, SALATIGA, YOGYAKARTA, JOGYA, Klaten, SEMARANG, KAMI BERGERAK DALAM PEGADAAN BARANG & JASA : PAGAR PANEL BETON, GYPSUM, RANGKA ATAP BAJA RINGAN, PAVING, WATERPROOFING, WALLPAPER DINDING, JASA TUKANG/MANDOR/PEMBORONG BANGUNAN, PROFESIONAL.. ANDA UNTUNG, KAMI UNTUNG KERJASAMA YANG BAIK DAN TANGUNG JAWAB

Cara menghitung Volume Material Pasangan Bata

cara menghitung volume material pasangan bata

Berikut ini contoh cara menghitung volume material pasangan batu bata agar dapat ditentukan jumlah kebutuhan bahan yang tepat sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan pembangunan, pasangan batu bata biasa digunakan sebagai dinding rumah maupun gedung, baik berfungsi sebagai penyekat ruangan maupun aksesoris bangunan.
sebelum melaksanakan pekerjaan pasangan batu bata sebaiknya dihitung terlebih dahulu kebutuhan volume material bata yang diperlukan, sehingga tidak terjadi kelebihan maupun kekurangan bata pada saat proses pelaksanaan pasangan dinding bata. dari hasil perhitungan juga perlu ditambahkan kelebihan jumlah sebagai angka keamanan untuk mengatasi kekurangan bata akibat pecah atau hal-hal lain. Contoh gambar pasangan bata 3D dapat dilihat pada gambar dibawah ini :D
setelah sebelumnya menghitung volume material pondasi , sekarang kita akan mencoba menghitung volume material pasangan dinding bata, misalkan sebuah pekerjaan dinding bata sepanjang 20 m setinggi 3 m, berapa volume pasangan bata, semen, pasir dan jumlah tenaga yang dibutuhkan.
langkah pertama adalah menghitung luasan pasangan dinding bata
volume = 20 m x 3 m = 60m2
berikutnya mencari data analisa BOW untuk 1m2 pasangan dinding bata adalah
Pasangan batu bata dengan 1 Pc : 4 Ps per m2 tebal ½ bata
80,0000 Buah Batu bata
0,4000 Sak semen
0,0510 M3 Pasir pasang
0,0480 Mandor
0,0160 Kepala tukang batu
0,1600 Tukang batu
0,4800 Pekerja
selanjutnya berdasarkan analisa diatas dapat dihitng volume material seluas 60 m2
kebutuhan material untuk 60 m2 pasangan bata adalah
80,0000 x 60 m2 = 4800 Buah batu bata
0,4000 x 60 m2 = 24 sak semen
0,0510 x 60 m2 = 3.06 m3 pasir pasang
kebutuhan tenaga untuk 60 m2 pasangan bata adalah
0,0480 x 60 m2 = 2.88 hari mandor
0,0160 x 60m2 = 0.96 hari kepala tukang batu
0,1600  x 60 m2 = 9.6 hari Tukang Batu
0,4800 x 60 m2 = 28.8 hari Pekerja
untuk jumlah tenaga dapat dihitung dengan cara
misalkan kita menginginkan pekerjaan tersebut selesai dalam 5 hari naka jumlah tenaga untuk pasangan batu bata seluas 60 m2 adalah:
2.88 hari: 5 = 0.576 dibulatkan 1 mandor
0.96 hari : 5 = 0.192 dibulatkan 1 kepala tukang batu
9.6 hari: 5 = 1.92 dibulatkan 2 Tukang Batu
28.8 hari : 5 = 5.76 dibulatkan 6 Pekerja
Begitulah cara menghitung volume material pasangan bata, selanjutnya belanja ke toko material, sama minta tolong bapak tukang deh… :-)


Mandor, Tukang, Pemborong, Bangunan, KONTRAKTOR PELAKSANA, PROFESIONAL MUDA, DI, SURAKARTA, SOLO, SRAGEN, KARANGANYAR, BOYOLALI, SALATIGA, YOGYAKARTA, JOGYA, Klaten, SEMARANG, KAMI BERGERAK DALAM PEGADAAN BARANG & JASA : PAGAR PANEL BETON, GYPSUM, RANGKA ATAP BAJA RINGAN, PAVING, WATERPROOFING, WALLPAPER DINDING, JASA TUKANG/MANDOR/PEMBORONG BANGUNAN, PROFESIONAL.. ANDA UNTUNG, KAMI UNTUNG KERJASAMA YANG BAIK DAN TANGUNG JAWAB

menghitung beban struktur jembatan

menghitung beban struktur jembatan

menghitung beban struktur jembatan
BEBAN YANG DIHITUNG DALAM MERENCANAKAN JEMBATAN
Secara umum beban – beban yang dihitung dalam merencanakan jembatan dibagi atas dua yaitu beban primer dan beban sekunder. Beban primer adalah beban utama dalam perhitungan tegangan untuk setipa perencanaan jembatan, sedangkan beban sekunder adalah beban sementara yang mengakibatkan tegangan – tegangan yang relatif kecil daripada tegangan akibat beban primer dan biasanya tergantung dari bentang,bahan,sistem kontruksi,tipe jembatan dan keadaan setempat.
Beban primer jembatan mencakup beban mati,beban hidup dan beban kejut.
1. Beban Mati
Beban mati adalah semua muatan yang berasal dari berat sendiri jembatan atau bagian jembatan yang ditinjau, termasuk segala unsur tambahan tetap yang dianggap merupakan satu satuan dengan jembatan (Sumantri, 1989:63). Dalam menentukan besarnya muatan mati harus dipergunakan nilai berat volume untuk bahan-bahan bangunan.
contoh beban mati pada jembatan: berat beton, berat aspal, berat baja, berat pasangan bata, berat plesteran dll.
2. Beban Hidup
Yang termasuk dengan beban hidup adalah beban yang berasal dari berat kendaraan-kendaraan bergerak lalu lintas dan/atau pejalan kaki yang dianggap bekerja pada jembatan. Berdasarkan PPPJJR-1987, halaman 5-7, beban hidup  yang ditinjau terdiri dari :
a.       Beban “T”(Beban lantai kendaraan)
Beban “T” merupakan beban kendaraan truk yang mempunyai beban roda ganda (Dual Wheel Load) sebesar 10 ton, yang bekerja pada seluruh lebar bagian jembatan yang dingunakan untuk lalu lintas kendaraan.
b. Beban “D”(Jalur lalu lintas )
Beban “D” adalah susunan beban pada setiap jalur lalu lintas yang terdiri dari beban garis “P” ton per jalur lalu lintas (P = 12 ton) dan beban terbagi rata “q” ton per meter panjang per jalur sebagai berikut:
q = 2,2 t/m                                                    untuk L < 30 m.
q = 2,2 t/m – {(1,1/60) x (L – 30)} t/m        untuk 30 m < L < 60 m.
q = 1,1{1 + (30/L)}                                      untuk L > 60 m.
Ketentuan penggunaan beban “D” dalam arah melintang jembatan sebagai berikut:
§  Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan < 5,50 m, beban “D” sepenuhnya (100%) harus dibebankan pada seluruh jembatan.
§  Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan > 5,50 m, beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada lebar jalur 5,50 m sedangkan lebar selebihnya dibebani hanya separuh beban “D” (50%).
contoh beban hidup pada jembatan: beban kendaraan yang melintas, beban orang berjalan dll.
3. Beban Kejut
Menurut Anonim (1987:10) beban kejut diperhitungkan pengaruh getaran-getaran dari pengaruh dinamis lainnya., tegangan-tegangan akibat beban garis (P) harus dikalikan dengan koefisien kejut. Sedangkan beban terbagi rata (q) dan beban terpusat (T) tidak dikalikan dengan koefisien kejut. Besarnya koefisien kejut ditentukan dengan rumus:
k = 1 + ((20  / (50+L))
Sedangkan Beban Sekunder terdiri dari beban angin,gaya rem, dan gaya akibat perbedaan suhu.
1.      Beban Angin
Pengaruh tekanan angin bekerja dalam arah horizontal sebesar 100 kg/cm2. Dalam memperhitungkan jumlah luas bagian jembatan pada setiap sisi digunakan jumlah luas bagian jembata pada setiap sisi digunakan ketentuan sebagai berikut:
  • Untuk jmbatan berdinding penuh diambil sebesar 100% terhadap luas sisi jembatan
  • Untuk jembatan rangka diambil sebesar 30% terhadap luas sisi jembatan.
2.      Beban Gaya Rem
Gaya ini bekerja dalam arah memanjang jembatan, akibat gaya rem dan traksi ditinjau untuk kedua jurusan lalu lintas. pengaruh ini diperhitungkan senilai dengan pengaruh gaya rem sebesar 5% dari muatan D tanpa koefisien kejut yang memenuhi semua jalur lalu lintas yang ada dalam satu jurusan.
3.      Gaya Akibat Perbedaan Suhu
Perbedaan suhu harus ditetapkan sesuai dengan keadaan setempat. Diasumsikan untuk baja sebesar C dan beton 10. Peninjauan khusus terhadap timbulnya tegangan-tegangan akibat perbedaan suhu yang ada antara bagian-bagian jembatan dengan bahan yang berbeda.
4. Beban Gempa
untuk pembangunan jembatan pada daerah yang dipengaruhi oleh gempa, maka beban gempa juga diperhitungkan dalam perencanaan struktur jembatan
5. Beban angin
beban angin dihitung pada daerah konstruksi jembatan yang harus menahan beban angin.


Mandor, Tukang, Pemborong, Bangunan, KONTRAKTOR PELAKSANA, PROFESIONAL MUDA, DI, SURAKARTA, SOLO, SRAGEN, KARANGANYAR, BOYOLALI, SALATIGA, YOGYAKARTA, JOGYA, Klaten, SEMARANG, KAMI BERGERAK DALAM PEGADAAN BARANG & JASA : PAGAR PANEL BETON, GYPSUM, RANGKA ATAP BAJA RINGAN, PAVING, WATERPROOFING, WALLPAPER DINDING, JASA TUKANG/MANDOR/PEMBORONG BANGUNAN, PROFESIONAL.. ANDA UNTUNG, KAMI UNTUNG KERJASAMA YANG BAIK DAN TANGUNG JAWAB

cara menghitung kebutuhan atap genteng

 cara menghitung kebutuhan atap genteng
menghitung kebutuhan genteng untuk membangun sebuah rumah biasanya dihitung per meter persegi, dalam menghitung kita hanya mencari luas atap genteng tersebut, baik menggunakan cara menual dengan menghitung dengan jari tangan , pencet – pencet kalkulator maupun dengan bantuan software autocad. :-)
dalam menghitung kebutuhan genteng secara manual, saat melihat gambar atau membayangkan bentuk atap , biasanya terdapat
kesulitan yang ditemui pada saat menghitung luas atap, justru terletak pada penentuan lebar atap.
kenapa kesulitan terletak pada penentuan lebar atap? sebelumnya kita lihat sebuah gambar atap yang akan kita hitung salah satu luas sisinya:
dari gambar atap tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa perhitungan luas atap nantinya menggunakan beberapa rumus matematika yaitu:
  • segitiga = ( alas x tinggi ) / 2
  • Jajaran genjang = panjang x lebar
  • trapesium= ( jumlah sisi sejajar /2 ) x tinggi
  • persegi = panjang x lebar ( pada gambar diatas tidak ada )
nah… dari rumus matematika tersebut kita memerlukan beberapa ukuran panjang atau lebar yang belum tentu tertera pada gambar, contohnya pada garis A pada gambar diatas.
Lalu bagaimana caranya agar kita dapat mengetahui lebar atap yang tidak tertulis dalam nota gambar. ada beberapa cara
1. sosial enginering yaitu dengan menanyakan ukuranya kepada yang bikin gambar, nah bagaimana kalau yang bikin gambar tidak mungkin untuk kita temui, kita coba cara lainya:
2. dengan menggambar sketsa ulang atap tersebut dengan skala yang benar, sehingga diketahui berapa ukuran lebar atap, hal ini tentunya membutuhkan pengetahuan teknik menggambar, bagaimana jika tidak bisa. tenang saja banyak jalan menuju rumah pacar, eh.. :-) cara menghitungnya…
3. kita gunakan rumus sinus , cosinus, tangen
misalnya kita akan menghitung bidang (B) pada gambar atap diatas yang berbentung jajaran genjang dengan panjang yang sudah diketahui yaitu 2 m , dan lebarnya yang perlu kita cari
panjang A berapa ?
Kita lihat dahulu bentuk segitiga yang mempengaruhi garis A tersebut
panjang garis atap ? adalah
cos 45 derajat = 3 m / garis atap yang dicari
garis atap yang dicari = 3 m / cos 45 derajat
garis atap yang dicari = 3 m / 0,70711
garis atap yang dicari = 4,243 m
berikutnya kita bayangkan segitiga lagi untuk menghitung garis A
Karena kita gak mengetahui sudutnya maka kita gunakan rumus
A  = akar ( 4,243 kuadrat ditambah 2, 101 kuadrat )
A = akar ( 18,003 + 4,414 )
A = akar 22,417
A = 4,735 m
Nah.. panjang garis atap A sudah didapat sepanjang = 4,735 m
maka luas atap pada bentuk jajaran genjang tersebut adalah
2 m x4,735 m = 9,47 m persegi
untuk mengetahui jumlah genteng yang diperlukan kita tinggal membegi 9,47 dengan jumlah kebutuhan genteng per 1 m persegi sesuai ukuran genteng yang akan dipakai.
untuk sisi atap lainya tinggal kita hitung pakai rumus trapesium atau segitiga, atau jika ingin menghitung pakai software autocad bisa dilihat pada artikel cara menghitung volume pekerjaan dengan autocad
dan bagi yang punya tips dan trik menghitung volume atap genteng lainya bisa dimasukan melalui kolom dibawah :-)

http://www.ilmusipil.com/cara-menghitung-kebutuhan-atap-genteng

Cara menghitung kebutuhan pasir dan semen

 Cara menghitung kebutuhan pasir dan semen
Pekerjaan bangunan dengan konstruksi beton bertulang membutuhkan material pasir dan semen sebagai bahan utama, selain itu pekerjaan pasangan dinding batu bata juga memerlukan kedua buah material ini. Semen berfungsi sebagai bahan pengikat pasir sehingga tercipta adukan beton yang dapat mengeras menjadi batu melekatkan bahan bangunan disekitarnya. Disini mari kita buat sebuah tutorial sederhana tentang cara menghitung kebutuhan pasir dan semen semoga bermanfaat bagi yang sedang memikirkan berapa jumlah material yang harus dibeli dalam melakukan pembangunan :-)

Disini kita buat perhitungan pada salah satu pekerjaan bangunan yang sering dilaksanakan yaitu pasangan dinding batu bata. Untuk dapat menghitung kebutuhan pasir dan semen kita perlukan luas pasangan dan koefisien analisa harga satuan yang cara mencarinya sudah kita bahas pada artikel sebelumnya, Misalnya kita buat contoh seperti ini
  • Pemasangan dinding batu bata 6 m x 3 m maka luasnya adalah 6 x 3 = 18 m2
  • Analisa harga satuan pekerjaan pasangan batu bata per m2
Analisa kebutuhan bahan pada pasangan dinding batu bata dengan perbandingan adukan 1 semen : 5 pasir dalam 1 m2
  • 0.5 kg semen
  • 0,05 m3 pasir pasang
  • 70 bh batu bata
Data diatas hanya sebagai contoh yang nilai koefisienya dapat berbeda-beda sesuai standar perhitungan yang digunakan seperti SNI atau RAB rahasia masing-masing perusahaan.

Cara menghitung kebutuhan pasir
Dari data analisa harga satuan diatas dapat kita ketahui bahwa untuk melaksanakan pasangan batu bata seluas 1 m2 membutuhkan pasir sebanyak  0,05 m3
Kebutuhan pasir  = 0,05 m3/m2 x 18 m2 = 0,9 m3
Jika kita hendak membeli ke toko bangunan dalam satuan truck kapasitas 4 m3 maka dapat kita hitung jumlah pasir yang harus dibeli yaitu 0,9 m3 : 4 m3 = 0,225 truck
Jadi kebutuhan pasir adalah m3 atau truck 0,225 truck

Cara menghitung kebutuhan semen
Pada Prinsipnya cara perhitungan sama dengan waktu mencari jumlah pasir yaitu koefisien analisa harga satuan semen pada pasangan dinding batu bata per m2 dikalikan volume luas dinding yang akan dipasang yaitu
Kebutuhan semen = 0.5 kg /m2  x 18 m2 = 9 kg
Jadi kebutuhan semen dalam satuan zak jika isi per kantong 50 kg maka dibutuhkan 9 kg : 50kg = 0.18 zak.

Jadi untuk dapat menghitung kebutuhan pasir dan semen dibutuhkan dua data penting yaitu koefisien analisa harga satuan dan volume pekerjaan, kecuali jika sudah mempunyai pengalaman berulang-ulang sehingga dapat memperkirakan dilapangan misalnya untuk memasang batu bata seluas sekian biasanya membutuhkan sekian zak semen, namun untuk laporan tertulis tetap lebih teliti jika menggunakan koefisien analisa harga satuan bangunan untuk mencari kebutuhan material.

Begitulah kurang lebih cara menghitung kebutuhan pasir dan semen menggunakan koefisien analisa harga satuan, begitu juga dengan kebutuhan batu bata langsung dapat dicari dengan mengalikan 70 bh/m2 x 18 m2 = 1260 bh. cara lain yang banyak digunakan oleh pemborong yaitu berdasarkan pengalaman dalam mengerjakan suatu pekerjaan, pengalaman melaksanaan pekerjaan ini akan lebih tepat jika dijadikan sebagai pedoman dalam membuat analisa harga satuan, analisa ini biasanya menjadi rahasia masing-masing kontraktor dalam menentukan harga borongan sehingga bisa dikatakan sebagai kunci daya saing pemborong :-)
Mandor, Tukang, Pemborong, Bangunan, KONTRAKTOR PELAKSANA, PROFESIONAL MUDA, DI, SURAKARTA, SOLO, SRAGEN, KARANGANYAR, BOYOLALI, SALATIGA, YOGYAKARTA, JOGYA, Klaten, SEMARANG, KAMI BERGERAK DALAM PEGADAAN BARANG & JASA : PAGAR PANEL BETON, GYPSUM, RANGKA ATAP BAJA RINGAN, PAVING, WATERPROOFING, WALLPAPER DINDING, JASA TUKANG/MANDOR/PEMBORONG BANGUNAN, PROFESIONAL.. ANDA UNTUNG, KAMI UNTUNG KERJASAMA YANG BAIK DAN TANGUNG JAWAB

Cara menghitung koefisien analisa harga satuan bangunan

Cara menghitung koefisien analisa harga satuan bangunan

Koefisien analisa harga satuan adalah angka – angka jumlah kebutuhan bahan maupun tenaga yang diperlukan untuk mengerjakan suatu pekerjaan dalam satu satuan tertentu.
koefisien analisa harga satuan berfungsi sebagai pedoman awal perhitungan rencana anggaran biaya bangunan, kondisi tersebut membuat koefisien analisa harga satuan menjadi kunci menghitung dengan tepat perkiraan anggaran biaya bangunan.
Contoh koefisien analisa harga satuan bangunan
misalnya untuk 1 m2 pekerjaan plesteran dinding koefisien analisa harga satuanya adalah sebagai berikut: Analisa  untuk 1 m2 pekerjaan plesteran 1 pc : 4 ps adalah
koefisien analisa bahan
  • 0.2170 zak semen
  • 0.02830 m3 pasir pasang
koefisien analisa tenaga
  • 0.0125 hari mandor
  • 0.0200 hari kepala tukang
  • 0.2000 hari tukang batu
  • 0.2500 hari pekerja
angka – angka diatas merupakan koefisien analisa harga satuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan 1m2 pekerjaan plesteran membutuhkan 0.2170 zak semen, sehingga jika kita akan mengerjakan 100 m2 pekerjaan plesteran maka kita harus membeli atau menyediakan semen sebanyak 0.2170 x 100 = 21,70 zak.
begitu juga dengan kebutuhan tenaga sesuai koefisien analisa harga satuan diatas untuk menyelesaikan 1m2 pekerjaan plesteran diperlukan 0.20 hari tukang batu, maka untuk menyelesakan 100 m2 plesteran dibutuhkan 0.20 x 100 = 20 hari kerja untuk satu tukang, nah jika kita ingin menyelesaikan pekerjaan plesteran tersebut dalam waktu 5 hari maka diperlukan tukang batu sebanyak 20 hari : 5 = 4 tukang batu.
Cara mencari koefisien analisa harga satuan rencana anggaran biaya bangunan ?
untuk mencari koefisien analisa harga satuan di indonesia bisa dlakukan dengan berbagai macam cara, diantaranya adalah:
  • Melihat buku Analisa BOW
Koefisien analisa harga satuan BOW ini berasal dari penelitian zaman belanda dahulu, untuk sekarang ini sudah jarang digunakan karena adanya pembengkakan biaya pada koefisien tenaga.
  • Melihat Standar Nasional Indonesia ( SNI )
standar nasional ( SNI ) ini di keluarkan resmi oleh badan standarisasi nasional, dikeluarkan secara berkala sehigga SNI tahun terbaru merupakan revisi edisi SNI sebelumya. untuk memudahkan mengetahui edisi yang terbaru, SNI ini diberi nama sesuai tahun terbitnya misal : SNI 1998, SNI 2002 , SNI 2007.
  • Melihat standar perusahaan
pada perusahaan tertentu menerbitkan koefisien analisa harga satuan tersendiri sebagai pedoman kerja karyawan, koefisien analisa harga satuan perusahaan ini biasanya merupakan rahasia perusahaan.
  • pengamatan dan penelitian langsung dilapangan.
Cara ini cukup merepotkan dan membutuhkan cukup banyak waktu, tapi hasilnya akan mendekati ketepatan karena diambil langsung dari pengalama kita dilapangan, caranya dengan meneliti kebutuhan bahan, waktu dan tenaga pada suatu pekerjaan yang sedang dilaksanakan.
  • melihat standar Harga satuan
Harga satuan ini dikeluarkan per wilayah oleh pemerintah indonesia maupun standar perusahaan masing – masing, jika kita menggunakan harga satuan ini maka kita tidak memerlukan koefisien analisa harga satuan karena untuk menghitung rencana anggaran biaya kita hanya perlu mengalikan volume pekerjaan dengan harga satuan.
begitulah kurang lebih ara mencari koefisien analisa harga satuan, jika ada trik dan tips lain dalam mencari koefisien analisa harga satuan bisa dimasukan melalui form dibawah. :-)